SUMBA BARAT DAYA — Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, saat Kristofel bersama kakaknya, Kornelis Topu Bani, dan tiga warga lainnya tengah melaut menangkap ikan menggunakan pukat di perairan Waikelo. Saat proses penurunan pukat berlangsung, korban diminta untuk mendayung perahu dari bagian belakang.
Beberapa saat kemudian, kakak korban menyadari Kristofel sudah tidak terlihat lagi di buritan perahu. Kondisi gelap dan kemampuan berenang korban yang terbatas membuat upaya pencarian langsung di lokasi kejadian tidak membuahkan hasil.
Kronologi Hilangnya Nelayan di Perairan Waikelo
Menurut laporan yang diterima, rombongan berangkat melaut sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah korban dinyatakan hilang, kakaknya berteriak meminta tolong kepada tiga rekannya yang lain. Namun, karena minimnya penerangan, mereka tidak bisa menemukan Kristofel di sekitar perahu.
Kakak korban bersama tiga rekannya kemudian memutuskan kembali ke Dermaga Waikelo dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas piket KP3 Laut Waikelo. Informasi ini diteruskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Stef Malo, kepada Pos SAR Waingapu untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Tim SAR Gabungan Diterjunkan
Pos SAR Waingapu segera mengerahkan personel untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Waikelo. Tim gabungan dari BPBD, KP3 Laut, dan masyarakat setempat turut serta dalam operasi penyisiran. Pencarian difokuskan pada radius lokasi terakhir korban jatuh.
Hingga berita ini diturunkan, Kristofel Dawa belum ditemukan. Kondisi cuaca dan gelombang di perairan Waikelo menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.