WAIKABUBAK — Langkah NTT untuk mengukuhkan pacuan kuda sebagai cabang olahraga unggulan di PON 2028 mulai menemukan titik terang. Kehadiran Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman di Sumba Barat menjadi sinyal bahwa tradisi ini tak lagi sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian dari peta jalan prestasi nasional.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menilai ajang seperti Bupati Sumba Barat Cup adalah wadah kunci untuk menjaring bibit atlet sejak usia dini. "Pacuan kuda merupakan tradisi turun-temurun yang mampu mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah," ujarnya di sela pertandingan.
PON 2028 Dipusatkan di Sumba
Usai menyaksikan langsung perlombaan, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyatakan bahwa pacuan kuda tradisional pada PON 2028 akan dipusatkan di Sumba. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat dan kualitas pertandingan yang disajikan.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi pembinaan olahraga berkuda di NTT. Dengan status sebagai tuan rumah cabang, Sumba diharapkan mampu menyiapkan atlet dan infrastruktur yang memadai dalam dua tahun ke depan.
Dampak Ekonomi bagi UMKM Lokal
Ribuan penonton yang memadati Arena Pacuan Kuda Gelora Pada Eweta tak hanya menyaksikan aksi para joki. Keramaian itu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan warga sekitar yang menjajakan makanan, minuman, hingga cendera mata khas Sumba.
Pemerintah daerah mencatat bahwa setiap penyelenggaraan pacuan kuda selalu mendorong perputaran uang di tingkat akar rumput, terutama bagi pedagang musiman yang menggantungkan rezeki pada momen-momen besar seperti ini.
Keselamatan Joki Cilik Jadi Prioritas
KONI Pusat tak hanya memberikan dukungan moril. Pada kesempatan itu, mereka menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan berupa helm dan body protector kepada para joki cilik. Langkah ini dinilai penting mengingat risiko tinggi dalam olahraga berkuda, terutama bagi anak-anak yang baru memulai latihan.
Gubernur Melki menambahkan bahwa pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak akan memastikan pacuan kuda tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama NTT di PON XXII 2028.