Pencarian

Google Cloud Klaim Tak Alami Krisis Pasokan GPU, Andalkan Chip Rakitan Sendiri

Rabu, 15 Juli 2026 • 21:46:31 WIB
Google Cloud Klaim Tak Alami Krisis Pasokan GPU, Andalkan Chip Rakitan Sendiri
Vice President Google Cloud Asia-Pasifik Moe Abdula menyampaikan pernyataan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/7).

NUSA TENGGARA TIMUR — Vice President of Technology and Customer Engineering Google Cloud untuk kawasan Asia-Pasifik, Moe Abdula, mengakui terjadi lonjakan kebutuhan komputasi AI di hampir seluruh sektor industri. Namun, ia menegaskan bahwa Google Cloud tidak mengalami gangguan pasokan infrastruktur untuk mendukung layanan AI di platformnya.

"Setiap kali teknologi baru muncul, maka memang kadang ada peningkatan demand. Tetapi, sejauh ini kami bisa mengelola peningkatan demand tersebut dalam hal misalnya AI Accelerator kami," kata Abdula dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/7).

TPU, Senjata Rahasia Google Hadapi Krisis GPU Global

Kunci ketahanan pasokan Google Cloud terletak pada Tensor Processing Unit (TPU), sebuah chip khusus yang dikembangkan secara internal. Abdula menjelaskan, pengembangan TPU dipicu oleh kebutuhan Google akan arsitektur komputasi yang berbeda untuk menangani beban kerja AI, terutama saat mengembangkan fitur pencarian berbasis suara.

"Jadi kami melakukan analisis, misalnya bagaimana kalau pencarian itu dilakukan menggunakan suara. Dan untuk itu diperlukan banyak rangkaian teknologi. Dari situlah TPU muncul. Dan kami menggunakannya sudah cukup lama untuk memungkinkan parallel processing," ujarnya.

TPU memungkinkan Google mengurangi ketergantungan penuh pada GPU dari pemasok eksternal di tengah pasar yang sedang panas. Langkah ini menjadi strategi diferensiasi di tengah perang cloud yang kian sengit.

Jaringan Pemasok Kuat dan Kemitraan dengan NVIDIA

Meski memiliki TPU, Google Cloud tidak serta-merta meninggalkan GPU. Abdula menegaskan bahwa perusahaannya tetap menggunakan GPU di berbagai layanan dan pusat data, khususnya di wilayah yang infrastrukturnya belum dirancang untuk mendukung TPU.

Untuk memastikan ketersediaan GPU, Google mengandalkan jaringan pemasok yang kuat. Salah satu contohnya adalah kemitraannya dengan NVIDIA, perusahaan yang saat ini mendominasi pasar GPU AI global. Kolaborasi ini memungkinkan Google Cloud tetap kompetitif dalam menyediakan layanan AI bagi pelanggan korporasi.

"Kami memiliki jaringan pemasok yang kuat untuk memastikan ketersediaan GPU bagi pelanggan Google Cloud," kata Abdula menambahkan.

Implikasi bagi Pasar Cloud Indonesia

Pernyataan Google Cloud ini menjadi sinyal penting bagi pelaku industri di Indonesia yang tengah gencar mengadopsi AI. Dengan ketersediaan infrastruktur yang terjamin, perusahaan lokal dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan solusi berbasis AI tanpa khawatir terhambat oleh krisis pasokan chip global.

Strategi Google yang menggabungkan chip rakitan sendiri (TPU) dan GPU dari mitra eksternal (NVIDIA) menunjukkan bahwa masa depan komputasi AI tidak akan bergantung pada satu jenis arsitektur semata. Pendekatan hibrida ini dinilai paling realistis untuk menjawab kebutuhan komputasi yang beragam di berbagai industri.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks