Pencarian

604 Kuda Berlaga di Pacuan Kuda Sumba Barat, Rekor Dunia Pecah dan Venue Disiapkan untuk PON XXII 2028

Minggu, 19 Juli 2026 • 16:12:27 WIB
604 Kuda Berlaga di Pacuan Kuda Sumba Barat, Rekor Dunia Pecah dan Venue Disiapkan untuk PON XXII 2028
Rekor dunia dicatatkan Leprid setelah 604 ekor kuda dari berbagai daerah di NTT berlaga di Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026.

WAIKABUBAK — Sebanyak 604 ekor kuda dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil bagian dalam Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026. Jumlah peserta yang fantastis ini berhasil memecahkan rekor dunia yang dicatat oleh Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (Leprid).

Dari Tradisi ke Panggung Nasional: Venue Disiapkan untuk PON

Kejuaraan yang digelar di Arena Pacu Kuda Pada Eweta Waikabubak pada 18 Juli 2026 ini bukan sekadar ajang tahunan. Ketua Harian Federasi Nasional Pordasi Pacu, Eddy Wijaya, mengungkapkan bahwa Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, telah menetapkan Gelora Pada Eweta Waikabubak sebagai venue resmi untuk cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII/2028.

“Kemarin Ketum KONI Pusat Bapak Letjen TNI Purn Marciano Norman telah menentukan bahwa Gelora Pada Eweta Waikabubak sebagai venue PON XXII/2028 NTT-NTB,” ujar Eddy mewakili Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Pacu, Teddy Soediro.

Keselamatan Joki Cilik Jadi Prioritas Utama

Seiring dengan naiknya level kompetisi ke tingkat nasional, perhatian serius diberikan pada aspek keselamatan, khususnya bagi para joki cilik. Upaya konkret telah dilakukan oleh Konfederasi Nasional Pordasi dengan menyerahkan perlengkapan keselamatan secara simbolis kepada empat kabupaten di Pulau Sumba.

“Terima kasih kepada Ibu Triwatty yang telah memberikan body protector dan helm kepada empat kabupaten di Pulau Sumba. Tidak bisa diberikan semua tapi ini menjadi contoh agar dapat digunakan demi keselamatan joki,” sebut Eddy.

Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi, Triwatty Marciano, secara simbolis menyerahkan body protector dan helm kepada Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka. Sebelumnya, bantuan serupa telah diberikan kepada Bupati Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, dan dijadwalkan menyusul ke Kabupaten Sumba Timur pada 19 Juli 2026. Diharapkan, perlengkapan ini bisa menjadi standar yang diatur oleh kepala daerah setempat agar penerapannya lebih masif.

Bupati Targetkan Sport Tourism Dongkrak Ekonomi Lokal

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menyelenggarakan kejuaraan ini setiap tahun. Menurutnya, peningkatan animo peserta dan kualitas penyelenggaraan akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Penonton yang datang dari luar Sumba akan menyaksikan pertandingan dan menikmati alam yang indah,” ujar Dade, sembari menyinggung potensi sport tourism.

Ia meyakini, kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah memberikan efek positif bagi UMKM, akomodasi, konsumsi, dan sektor pariwisata lainnya. “Kami optimistis, pada PON XXII, Sumba semakin dikenal, tidak hanya nasional tapi internasional,” sambungnya.

Ratusan Kuda Bertarung di 15 Kelas Berbeda

Partai final kejuaraan mempertandingkan 15 nomor lomba, mulai dari kelas pemula jarak 600 meter hingga kelas utama jarak 2.000 meter. Berikut beberapa pemenang di kelas utama:

  • Kelas A 1.400 meter: Miracle Kopda milik Kapten Kopda-Pak Stable (Sumba Barat Daya)
  • Kelas AA 1.600 meter: Gadis Milla Ate milik Yosep Jano (Sumba Barat)
  • Kelas A Super 2.000 meter: Sweet Road milik JW 23 Stable (Kefa, Timor Tengah Utara)

Ratusan ekor kuda yang bertanding berasal dari Sumba Barat (328 ekor), Sumba Timur (135), Sumba Tengah (67), Sumba Barat Daya (59), serta sejumlah daerah lain seperti Kota Kupang, Ngada, dan Timor Tengah Utara.

Ke depan, Federasi Nasional Pordasi Pacu berharap penyelenggaraan pacuan kuda tradisional di Sumba semakin baik dan bisa menjadi industri besar yang terintegrasi dengan sport tourism serta industri peternakan lokal.

Bagikan
Sumber: koni.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks