Pencarian

Ibu Rumah Tangga di Kupang Sukses Bangun Usaha Rental Motor hingga Punya Kos-Kosan Berkat Koperasi Pintu Air

Sabtu, 18 Juli 2026 • 15:10:01 WIB
Ibu Rumah Tangga di Kupang Sukses Bangun Usaha Rental Motor hingga Punya Kos-Kosan Berkat Koperasi Pintu Air
Elisabet Ose Boro menunjukkan salah satu unit sepeda motor yang disewakannya di Pelabuhan Pelni Helong, Kupang, Rabu (15/7/2026).

KUPANG — Elisabet Ose Boro, 43 tahun, warga asal Adonara, Flores Timur, kini menjadi salah satu penyedia jasa rental sepeda motor di Pelabuhan Pelni Helong, Kupang. Usahanya berkembang pesat setelah ia menjadi anggota Koperasi Pintu Air pada tahun 2013 dan memanfaatkan pinjaman untuk modal usaha.

Perempuan beranak satu ini pertama kali datang ke Kupang pada 2003 mengikuti suaminya yang bekerja di perusahaan BUMN. Untuk menambah penghasilan rumah tangga, ia memulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan air mineral dan makanan ringan di pelataran pelabuhan.

Dari Gerobak Dorong ke Tiga Unit Motor Rental

Awal merintis, Elisabet berjualan menggunakan gerobak dan meja kecil. Setiap pagi ia mendorong perlengkapan dagangnya ke pelabuhan, dan sore hari barang-barang itu dikemas kembali ke dalam dus lalu dibawa pulang ke rumah kos. Rutinitas itu ia jalani setiap hari tanpa lelah.

Peluang usaha rental motor muncul saat ia mengamati anak buah kapal (ABK) yang berlabuh sering mencari kendaraan untuk berkeliling Kota Kupang. Elisabet pun memberanikan diri mengajukan pinjaman pertama ke Kopdit Pintu Air untuk membeli satu unit sepeda motor.

Setelah pinjaman pertama lunas, ia kembali mengajukan pinjaman lebih besar untuk menambah dua unit motor. Kini, total tiga unit motor siap disewakan setiap hari dengan tarif Rp1.300.000 per bulan.

Kios Adonara dan Empat Kamar Kos sebagai Aset Baru

Elisabet juga mengelola kios sederhana bernama Kios Adonara. Di dalamnya tersedia air panas untuk memasak mi dan telur, aneka minuman ringan, serta pulsa. Pendapatan dari usaha ini, menurutnya, sudah cukup untuk membayar angsuran pinjaman dan biaya hidup sehari-hari.

“Puji Tuhan pak dari usaha yang saya tekuni, selain saya bayar kewajiban di koperasi dan kepada PT Pelni saya bisa beli tanah dan sudah bangun kamar kos sebanyak empat unit. Dari kos, sebulan saya pungut biaya sewa Rp400 ribu,” ujar Elisabet saat ditemui di tempat usahanya, Rabu, 15 Juli 2026.

Koperasi Jadi Sandaran Utama Pengusaha Kecil

Elisabet mengaku sangat puas dengan pelayanan Kopdit Pintu Air. Setiap kali berkonsultasi, petugas koperasi selalu memberikan penjelasan dan solusi yang memuaskan, termasuk saat ia mengalami keterlambatan pembayaran. Ia juga mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) dari aktivitas menabung dan meminjam.

“Semoga Kopdit Pintu Air terus memberikan pelayanan terbaik,” harapnya. Kisah Elisabet menjadi bukti bahwa akses ke koperasi dapat menjadi jembatan bagi pelaku UMKM di daerah untuk naik kelas, dari pedagang kecil menjadi pemilik usaha yang memiliki aset produktif.

Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks