SUMBA BARAT DAYA — Lahan seluas 21 hektare di Desa Karuni itu tengah dipersiapkan menjadi arena pertandingan cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII. Kawasan ini juga ditargetkan menjadi destinasi wisata olahraga yang bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Potensi Budaya Berkuda di Sumba
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengaku terkesan dengan potensi olahraga berkuda di Pulau Sumba. Menurutnya, pacuan kuda di Sumba bukan sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Saya sangat senang bisa hadir di Sumba, dimana olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Sejak kecil anak-anak di sini sudah terbiasa menunggang kuda. Potensi ini harus kita kelola menjadi kekuatan olahraga sekaligus daya tarik pariwisata," ujar Marciano.
Ia menilai pengembangan arena pacuan kuda akan memberikan efek berganda. Mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas peternakan kuda lokal, hingga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Komitmen Pemprov NTT untuk PON Berkualitas
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga. Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata.
"Persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pada pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat tumbuh melalui penyelenggaraan PON," jelas Gubernur Melki.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, KONI, PORDASI, dan seluruh pemangku kepentingan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON yang berkualitas. Ajang ini diharapkan meninggalkan warisan positif bagi pembangunan olahraga, ekonomi, dan pariwisata daerah.
Ajakan Jaga Fasilitas Olahraga
Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah Triwatty mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas olahraga yang akan dibangun. Ia mengingatkan bahwa arena ini adalah aset daerah dan kebanggaan masyarakat Sumba.
"Kalau fasilitas ini sudah selesai dibangun, mari kita jaga dan rawat bersama. Ini adalah aset daerah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumba yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya.
Peninjauan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya Yohanes Tende. Penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga yang diterbitkan pada 23 Juni 2026.