KUPANG — Sebanyak 25 penari, pemusik, dan pendamping dari Sanggar KOXI NTT Production bersiap terbang ke Jakarta untuk mewakili Indonesia dalam Indonesian International Cultural Festival (IICF) ke-5. Ajang yang mempertemukan peserta dari 15 negara ini akan digelar pada 10 hingga 16 September 2026.
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mengatakan, meskipun anggaran daerah terbatas, Pemkot tetap berupaya memfasilitasi keberangkatan kontingen melalui jejaring di Jakarta. "Ini bukan hanya soal lomba, tetapi juga membawa nama baik Kota Kupang dan NTT di tingkat internasional," ujarnya di Kupang, Kamis.
Empat Tarian Siap Unjuk Kekayaan Budaya NTT
Ketua Sanggar KOXI NTT Production Ricky Randy Moyi Genakalong mengungkapkan bahwa kontingen akan tampil dalam dua kategori utama: lomba tari modern/kontemporer etnik usia 10-17 tahun dan Parade Internasional. Empat karya tari telah disiapkan untuk menunjukkan keragaman budaya NTT.
Daftar tarian yang akan dibawakan meliputi Tari Leikopan yang pernah menjadi juara Kupang Festival, Tari Komodo, Tari Eksotika NTT yang memadukan unsur budaya enam pulau besar di NTT, serta tari tradisional khas Pulau Alor. "Tampilkan yang terbaik. Tunjukkan kekayaan budaya NTT agar bisa menginspirasi dan membanggakan daerah kita," pesan Serena kepada para kontingen.
Dukungan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Serena Francis mengakui bahwa Pemkot Kupang memiliki keterbatasan finansial untuk mendukung penuh perjalanan rombongan. Namun, pihaknya mengoptimalkan jaringan di Jakarta untuk menekan biaya akomodasi dan transportasi. "Kami terus memberikan ruang dan dukungan bagi generasi muda berprestasi di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya," katanya.
Ricky Randy Moyi Genakalong menyebut dukungan dari pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota kontingen. "Kami dipercaya mewakili Indonesia. Ini tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama bangsa," ujarnya.
Sanggar KOXI: Wadah Pembinaan Seni Gratis untuk Anak Muda Kupang
Sanggar KOXI NTT Production selama ini dikenal sebagai motor pelestarian budaya lokal di Kota Kupang. Melalui pelatihan tari gratis, sanggar ini membina anak-anak dan remaja sekaligus mencetak prestasi di tingkat daerah. Keberangkatan ke IICF ke-5 menjadi panggung bagi mereka untuk membuktikan bahwa budaya NTT mampu bersaing di kancah internasional.