KUPANG — Turnamen Persatuan Mahasiswa Rote Ndao (PMRN) Esport Season II 2026 di Kota Kupang bukan sekadar kompetisi tahunan. Pemerintah Kota Kupang memanfaatkannya sebagai pintu masuk untuk memetakan dan membina atlet-atlet esports potensial yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dukungan Pemkot: Esports Bukan Sekadar Gim
Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah definisi olahraga modern. Menurutnya, esports kini memiliki potensi besar, baik dari sisi prestasi maupun sebagai sektor ekonomi kreatif.
"Jadikan esports sebagai ruang untuk bertumbuh, berprestasi, dan membawa pengaruh baik bagi sesama. Anak-anak muda Kota Kupang harus menjadi generasi yang kreatif, produktif, dan mampu mengharumkan nama daerah," kata Serena di Kupang, Senin.
Pemkot Kupang berkomitmen meningkatkan pembinaan atlet esports secara berkelanjutan. Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik selama turnamen akan dipantau dan dibina agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Lima Cabang Gim Dipertandingkan, Hadiah Total Rp10 Juta
Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, menjelaskan turnamen ini mempertandingkan lima cabang permainan: Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury. Seluruh pertandingan dipusatkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp10 juta, ditambah piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) di sejumlah kategori. Antusiasme peserta sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 317 orang.
"Tingginya partisipasi menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap esports terus berkembang dan membutuhkan ruang kompetisi yang sehat dan positif," ujar Astro.
Menjaring Bakat, Membangun Ekosistem Kreatif
Menurut Serena Francis, esports telah menjadi bagian dari ekonomi kreatif dan industri baru yang membuka berbagai peluang bagi generasi muda. Pemkot Kupang mendorong terciptanya ekosistem kreatif yang memberi ruang bagi anak muda untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya.
Ia turut mengapresiasi penyelenggaraan PMRN Esport Season II sebagai bukti bahwa organisasi kemahasiswaan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia. Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjaring atlet, tetapi juga mempererat persaudaraan dan meningkatkan sportivitas di kalangan peserta.