Pencarian

604 Kuda Berlaga di Pacuan Bupati Sumba Barat Cup 2026, Tradisi Tanpa Pelana Siap ke PON 2028

Senin, 06 Juli 2026 • 23:44:46 WIB
604 Kuda Berlaga di Pacuan Bupati Sumba Barat Cup 2026, Tradisi Tanpa Pelana Siap ke PON 2028
kuda dari berbagai daerah berlaga dalam Pacuan Bupati Sumba Barat Cup 2026 di Gelora Pada Eweta.

WAIKABUBAK — Gelora Pada Eweta berubah menjadi arena debu dan sorak ribuan penonton saat 604 kuda dari Pulau Sumba, Kabupaten Kupang, hingga Timor Tengah Utara mulai berlaga. Kejuaraan yang berlangsung hingga 17 Juli 2026 ini mencatatkan jumlah peserta terbesar dalam sejarah penyelenggaraan pacuan kuda di NTT.

Pacu Tanpa Pelana Resmi Masuk PON 2028

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menyatakan perjuangan panjang masyarakat Sumba membuahkan hasil. Nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana telah disetujui menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XXII tahun 2028.

Menurut Umbu Rudi, keberhasilan itu lahir dari komunikasi bersama Ketua Umum KONI NTT yang juga Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman, serta jajaran Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu.

“Yang kami perjuangkan bukan sekadar olahraga. Pacuan tanpa pelana adalah budaya dan jati diri masyarakat Sumba. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sebagai ungkapan syukur setelah panen,” ujarnya.

Target 10 Medali Emas dari NTT

Bupati Sumba Barat Cup 2026 tidak sekadar turnamen tahunan. Ajang ini diposisikan sebagai tahapan seleksi menuju Kejuaraan Nasional, Pra-PON, hingga PON 2028. “Kuda-kuda terbaik dari setiap kecamatan akan bertemu di tingkat kabupaten. Setelah itu dipersiapkan mengikuti Kejurnas hingga PON,” kata Umbu Rudi.

Ia memasang target tinggi: kontingen NTT harus mampu meraih 10 medali emas pada nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana saat PON XXII. Namun, ia mengingatkan agar pemilik dan pelatih menghindari penggunaan doping. “Jangan sampai kita juara di daerah, tetapi gagal di tingkat nasional karena terdeteksi menggunakan doping. Lebih baik mengandalkan kualitas pakan, perawatan, dan latihan,” katanya.

Penghargaan Dunia untuk 5 Tokoh dan Institusi

Pembukaan turnamen juga menjadi momen pemberian penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID). Penghargaan diberikan kepada pihak yang dinilai berperan dalam pengembangan pacuan kuda tradisional, termasuk penyelenggaraan lomba dengan 604 ekor kuda.

Penerima penghargaan meliputi Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman sebagai pelopor pengembangan kuda lokal, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga sebagai inisiator masuknya pacuan tanpa pelana ke PON, Frangky Tarawatu Susanto, Pemda Kabupaten Sumba Barat, dan Bupati Sumba Barat Yohanis Dade. Penghargaan ditandatangani Pendiri dan Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka.

Ribuan Penonton dan Rangkaian HUT RI ke-81

Acara pembukaan dihadiri Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Ragga, Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Rangga Kaka, serta seluruh ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu se-daratan Sumba. Hadir pula pimpinan Forkopimda Sumba Barat, pimpinan BUMN dan Bank NTT Cabang Waikabubak dan Waibakul, serta ribuan penonton yang memadati tribun.

Turnamen ini digelar dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026. Arena Gelora Pada Eweta yang dikenal sebagai arena para petarung menjadi saksi perpaduan antara tradisi, kebanggaan, dan harapan menuju panggung olahraga nasional.

Bagikan
Sumber: selatanindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks