Pencarian

Gubernur NTT Panen Raya Jagung di Sumba Barat Daya, Petani Keluhkan Pupuk Subsidi dan Benih Unggul

Jumat, 03 Juli 2026 • 17:02:31 WIB
Gubernur NTT Panen Raya Jagung di Sumba Barat Daya, Petani Keluhkan Pupuk Subsidi dan Benih Unggul
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memanen jagung varietas komposit Lamuru di Sumba Barat Daya.

TAMBOLAKA — Di tengah hamparan jagung yang menguning, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memanen langsung tongkol jagung varietas komposit Lamuru di lahan petani. Varietas ini dikenal tahan kekeringan dan cocok untuk lahan kering NTT. Namun di balik hasil panen yang melimpah, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang masih membelit mereka.

Tiga Keluhan Utama Petani: Pupuk, Benih, dan Mesin

Dalam dialog yang berlangsung setelah panen raya, Ketua Kelompok Tani Paghili Mere, Agustinus Wokur Kaka, menyampaikan tiga kebutuhan mendesak. Pertama, pupuk bersubsidi yang kuotanya masih terbatas. Kedua, akses terhadap benih unggul. Ketiga, sarana pascapanen seperti mesin pengering dan perontok jagung yang masih kurang.

"Kita akan perjuangkan penambahan kuota pupuk. Produksi tidak mungkin meningkat kalau kebutuhan dasar petani belum terpenuhi," tegas Gubernur Melki menanggapi keluhan tersebut.

Luas Lahan Jagung Capai 36.393 Hektare

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di provinsi itu. Pada Musim Tanam I (Oktober 2025–Maret 2026) hingga Musim Tanam II (April–Juni 2026), luas tanam jagung mencapai 36.393 hektare. Dari jumlah tersebut, 8.260 hektare berada di Kecamatan Kodi Utara.

"Tadi saya mendapat laporan bahwa dari total sekitar 36 ribu hektare lahan jagung di Kabupaten Sumba Barat Daya, lebih dari 8 ribu hektare berada di wilayah ini. Ini luar biasa," ujar Gubernur.

Pemprov Koordinasi dengan Kementan dan Pupuk Indonesia

Menghadapi persoalan irigasi dan ketersediaan air, Pemerintah Provinsi akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR NTT dan Balai Wilayah Sungai. Untuk benih unggul, Pemprov akan menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan pihak swasta. Sementara terkait pupuk, Gubernur menyatakan akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPR RI dan PT Pupuk Indonesia agar kuota pupuk untuk petani jagung di NTT, khususnya Sumba Barat Daya, ditingkatkan.

MBG Jadi Pasar Baru Petani Lokal

Gubernur Melki juga menyoroti potensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pasar baru bagi hasil pertanian lokal. Ia berharap meningkatnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Sumba Barat Daya dapat menyerap hasil panen petani setempat.

"Kita ingin kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dipenuhi dari hasil pertanian lokal. Dengan begitu manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh petani di Sumba Barat Daya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan motivasi kepada para penyuluh pertanian agar terus mendampingi petani dengan inovasi dan teknologi budidaya yang tepat. Turut hadir Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, serta Camat Kodi Utara.

Bagikan
Sumber: swaratimor.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks