Pencarian

Ferrari Tolak Mobil Otonom, CEO: Kenapa Beli Ferrari Kalau Mobil Bisa Setir Sendiri

Kamis, 02 Juli 2026 • 04:38:01 WIB
Ferrari Tolak Mobil Otonom, CEO: Kenapa Beli Ferrari Kalau Mobil Bisa Setir Sendiri
Ferrari menegaskan komitmen mempertahankan kendali pengemudi tanpa teknologi mobil otonom.

NUSA TENGGARA TIMUR — Pernyataan tegas itu disampaikan Vigna dalam wawancara dengan Drive Australia, bertepatan dengan peluncuran Ferrari Luce yang menandai langkah pertama pabrikan asal Maranello ke era kendaraan listrik murni. Meski beralih ke tenaga baterai, DNA Ferrari tetap dipertahankan.

Filosofi Setir Sendiri yang Tak Bisa Ditawar

"Kami tidak akan memproduksi mobil yang sepenuhnya otonom. Kami ingin pengemudi menikmati kesenangan mengemudi sendiri, bukan bergantung pada chip komputer," ujar Vigna.

Filosofi ini menjadi pembeda utama Ferrari di tengah maraknya pabrikan global yang berlomba mengembangkan teknologi self-driving. Bagi Vigna, menghilangkan peran pengemudi sama saja dengan menghilangkan alasan seseorang membeli Ferrari.

Mobil Listrik Tetap Punya Rasa Berkendara

Vigna menegaskan, komitmen ini tidak akan berubah meski Ferrari kini resmi memiliki model listrik. Pengalaman mengemudi yang sesungguhnya tetap menjadi identitas inti yang dipertahankan di setiap model, termasuk Ferrari Luce yang baru diperkenalkan.

Ia menekankan bahwa pihaknya masih menginginkan pengemudi untuk tetap memegang kendali penuh atas mobil mereka. Sistem komputer hanya boleh membantu, bukan mengambil alih tugas utama mengemudi.

Tidak Ada Rencana Akhiri Mesin Bensin

Selain menolak mobil otonom, Ferrari juga tidak berencana untuk menghentikan penggunaan mesin pembakaran internal dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan bahwa elektrifikasi bukan berarti meninggalkan total mesin konvensional yang sudah menjadi ciri khas pabrikan berlogo kuda jingkrak itu.

Dengan sikap ini, Ferrari secara tidak langsung menantang persepsi pasar bahwa mobil listrik harus selalu identik dengan teknologi otonom. Bagi Vigna, sebuah Ferrari tetaplah Ferrari — soal tenaga listrik atau bensin hanya soal sumber energi, bukan soal siapa yang menyetir.

Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks