NUSA TENGGARA TIMUR — Pengumuman Presiden Prabowo Subianto soal motor listrik nasional memicu kebingungan di kalangan publik. Pasalnya, Indonesia sudah memiliki GESITS, motor listrik karya anak bangsa yang lahir dari riset Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional. Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor, motor listrik ya," kata Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Hingga kini, belum ada rilis resmi dari Istana, Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian BUMN yang menyebutkan nama merek atau spesifikasi teknis motor listrik yang dimaksud. Ketiadaan detail ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, apa yang membedakan produk baru ini dengan GESITS yang sudah berjalan?
GESITS Bukan Proyek Dadakan, Riset Dimulai Sejak 2014
GESITS bukan proyek instan. Motor ini berawal dari riset akademik di Laboratorium Mesin ITS yang dipimpin M. Nur Yuniarto. Nama GESITS sendiri merupakan akronim dari Garansindo Electric Scooter ITS, hasil kolaborasi antara ITS dengan PT Garansindo Inter Global sebagai mitra industri.
Dari kolaborasi itu, lahirlah PT Gesits Technologies Indo (GTI) sebagai pemegang hak merek dan kekayaan intelektual. Direktur Utama PT GTI, Harun Sjech, menegaskan bahwa riset motor ini sudah berlangsung lama.
"Kami sudah riset sejak 2014, sudah kami pamerkan hasil riset di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 dan patennya milik kami semua," ujarnya.
Produksi Massal Sejak 2019, Pabrik di Cikarang
GESITS mulai diproduksi massal pada 2019. Pabrik perakitannya berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi hingga puluhan ribu unit per tahun. Motor ini sudah beberapa kali mengalami penyegaran model dan peningkatan fitur, termasuk peluncuran varian GESITS G1 dan G2.
Data penjualan menunjukkan GESITS sempat menjadi primadona di segmen motor listrik dalam negeri, meskipun persaingan dengan merek asal China seperti Viar dan Selis cukup ketat. Motor ini juga digunakan oleh sejumlah instansi pemerintah sebagai kendaraan operasional.
Apa yang Baru dari Motor Listrik Nasional Versi Prabowo?
Pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah: apakah motor listrik nasional yang diumumkan Prabowo merupakan model baru dari GESITS, atau justru merek yang sama sekali berbeda? Beberapa spekulasi menyebutkan kemungkinan keterlibatan holding BUMN atau kolaborasi dengan pabrikan lain.
Pengamat otomotif menilai, pengumuman tanpa kejelasan merek dan spesifikasi justru berpotensi membingungkan pasar. "Ini aneh. GESITS sudah jelas produk nasional, sudah diproduksi, sudah dijual. Kenapa harus diumumkan lagi seolah-olah belum ada?" ujar seorang pengamat kepada SERUJI.
Publik kini menunggu kejelasan dari pemerintah. Apakah motor listrik nasional yang dimaksud adalah pengembangan dari GESITS, atau justru proyek baru yang mengabaikan produk dalam negeri yang sudah lebih dulu ada?