KUPANG — Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya keseimbangan peran ayah dan ibu sebagai fondasi keluarga yang kuat dan harmonis. Menurutnya, ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan kerap menjadi celah munculnya masalah sosial seperti kekerasan, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
"Kehadiran ayah dan ibu secara seimbang merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Keseimbangan peran tersebut juga menjadi benteng untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda," ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.
Peran Ayah Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah
Gubernur Melki menjelaskan bahwa peran ayah tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi. Ayah harus hadir secara fisik, emosional, psikologis, dan sosial dalam proses pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak. Ia menilai keterlibatan aktif ayah sangat penting dalam mendukung kesehatan anak dan mencegah stunting.
Peringatan Harganas ini, kata dia, menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Anak-anak membutuhkan figur ayah yang selalu hadir agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Jam Belajar Masyarakat: Pukul 18.00 hingga 19.30 WITA Tanpa Gawai
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengingatkan implementasi Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Belajar Masyarakat. Aturan itu menetapkan jam belajar masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA, di mana anak-anak didorong belajar di rumah bersama orang tua tanpa menggunakan telepon genggam.
"Gerakan tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga bagi para orang tua. Saya berharap orang tua tidak disibukkan dengan telepon genggam saat mendampingi anak belajar sehingga tercipta interaksi, komunikasi, dan pendampingan yang lebih berkualitas di dalam keluarga," tegas Gubernur Melki.
Keluarga Tangguh sebagai Investasi Jangka Panjang
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pelaksanaan Harganas harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar seremoni, untuk membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan sejahtera di Nusa Tenggara Timur.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai pengingat untuk memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan NTT dan Indonesia secara keseluruhan.