SIKKA — Tim Ditpamobvit Polda NTT menggelar pertemuan koordinasi di Aula Kantor Camat Alok, Kamis (16/7/2026) malam. Ketua Tim Risk Assessment, AKP Jhonry Suryantho, memimpin langsung rapat yang dihadiri panitia penyelenggara dan jajaran kepolisian setempat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Ditpamobvit Polda NTT Nomor: Sprin/330/VII/HUK.6.6./2026 tertanggal 14 Juli 2026. Tim juga berkoordinasi dengan Ketua Umum Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin, Rudolf M. Cherubim Newar, untuk menyelaraskan kebutuhan teknis dengan skema pengamanan.
Lapangan Gelora Samador Maumere Jadi Prioritas Pengecekan
Selain rapat di dalam ruangan, Ditpamobvit menjadwalkan survei langsung ke Lapangan Gelora Samador Maumere pada Jumat (17/7/2026). Tim akan mengecek kesiapan lokasi pertandingan, jalur keluar-masuk penonton, hingga sistem pengamanan di arena.
Proses Risk Assessment mencakup penilaian terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Evaluasi ini mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Pertandingan Olahraga.
Empat Hari Pemetaan Risiko di Wilayah Hukum Polres Sikka
Penilaian berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juli 2026, di wilayah hukum Polres Sikka. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengamanan agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai standar keselamatan.
Liga Pelajar Sepak Bola Soeratin U-17 Putra dan Pertiwi Putri Tahun 2026 diharapkan menjadi ajang pembinaan atlet muda sekaligus ruang menumbuhkan sportivitas di kalangan pelajar. Penyelenggara menargetkan kompetisi berlangsung lancar serta memberikan rasa aman bagi pemain, ofisial, penonton, dan seluruh pihak yang terlibat.