Pencarian

PON 2028 di NTT dan NTB Disambut Antusias, Ketua Pordasi Pacu NTT Apresiasi Kepemimpinan Teddy Soediro

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:58:25 WIB
PON 2028 di NTT dan NTB Disambut Antusias, Ketua Pordasi Pacu NTT Apresiasi Kepemimpinan Teddy Soediro
Ketua Pordasi Pacu NTT menyambut positif penunjukan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.

JAKARTA — Keputusan KONI Pusat menunjuk NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII/2028 disambut positif oleh insan olahraga di Nusa Tenggara Timur. Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, menyebut langkah ini sebagai titik tolak kebangkitan olahraga di wilayah timur Indonesia.

“Saya turut senang dan memberikan apresiasi kepada KONI Pusat dalam rapat rakernas telah memutuskan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028 dan dengan pembagian cabang olahraga termasuk lokasi venue di DKI Jakarta,” ujar Umbu Rudi, Selasa (26/5/2026).

Apa Dampak PON 2028 bagi NTT dan NTB?

Menurut Umbu, penyelenggaraan PON di NTT dan NTB akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur olahraga sekaligus menggerakkan sektor sport tourism. Ia juga meyakini ajang ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan hingga UMKM di sekitar venue pertandingan.

Siapa Teddy Soediro dan Mengapa Dia Diapresiasi?

Dalam kesempatan itu, Umbu Rudi menyoroti peran Ketua Umum PP Pordasi Pacu, Teddy Soediro. Teddy merupakan ketua umum pertama dalam sejarah Pordasi Pacu setelah organisasi ini bertransformasi menjadi konfederasi pada Munas XIV Pordasi 2024. Ia dilantik langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, pada 25 November 2024.

“Kepemimpinan Teddy Soediro dinilai mampu membawa semangat baru bagi pembinaan olahraga berkuda di Indonesia,” tambah Umbu.

Kapan Mulai Berlaku dan Bagaimana Persiapan KONI?

Rakernas KONI 2026 yang digelar di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, menjadi forum strategis penyelarasan agenda olahraga nasional. Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa PON XXII/2028 harus menjadi momentum persatuan bangsa.

“Tidak boleh ada celah antara KONI Pusat dengan Kemenpora, tidak boleh ada celah antara KONI dan KOI karena tugas kita mempersatukan bangsa melalui olahraga. Bicara olahraga kita hanya bicara Merah Putih,” tegas Marciano.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, yang membuka Rakernas pada Kamis (21/5/2026), juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, KONI, KOI, dan seluruh induk cabang olahraga. Ia mengingatkan bahwa olahraga kini menjadi instrumen diplomasi dan simbol kekuatan bangsa.

Bagaimana Nasib Pembinaan Atlet di Daerah?

Umbu Rudi berharap PON 2028 bisa menjadi katalis pembinaan atlet dari akar rumput di NTT. Dengan adanya venue yang tersebar hingga DKI Jakarta, ia optimistis atlet daerah akan mendapatkan exposure dan pengalaman bertanding yang lebih luas.

“Kita merupakan satu keluarga besar olahraga. Melalui forum ini mari kita bersama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa,” ujar Taufik Hidayat dalam sambutannya.

Apakah PON 2028 Hanya Soal Prestasi?

Tidak. Marciano Norman menekankan bahwa PON XXII/2028 diharapkan mendorong kesuksesan penyelenggaraan, administrasi, perekonomian melalui sport industry dan sport tourism, publikasi, hingga pemanfaatan venue pasca-PON. Semua elemen diminta mengesampingkan ego sektoral demi kepentingan Merah Putih.

Bagikan
Sumber: selatanindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks