KUPANG — Pemerintah Kota Kupang bergerak cepat merespons keluhan infrastruktur dan kesejahteraan mahasiswa Politani Kupang. Dalam pertemuan yang digelar di ruang kerja wali kota, tiga agenda utama disepakati: penyelesaian hambatan akses jalan menuju kampus, alokasi beasiswa dari APBD-P, serta dukungan terhadap konferensi ilmiah internasional yang mengusung pendekatan One Health.
Akses Jalan Menuju Kampus Segera Dikoordinasikan
Salah satu keluhan utama yang disampaikan pihak rektorat adalah kondisi akses transportasi menuju area kampus yang dinilai menghambat mobilitas mahasiswa dan tenaga pendidik. Menanggapi hal itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo berjanji akan mengoordinasikan penyelesaian masalah tersebut bersama instansi sektoral terkait sesuai jalur hukum yang berlaku.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi teknis di lapangan,” ujar Wali Kota dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi yang diterima redaksi.
Beasiswa Khusus untuk 90 Persen Mahasiswa dari Keluarga Petani
Data dari pihak rektorat menyebutkan bahwa sekitar 90 persen mahasiswa Politani Kupang merupakan anak-anak petani yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu di Nusa Tenggara Timur. Mendengar paparan tersebut, dr. Christian Widodo langsung menginstruksikan Bagian Kerja Sama serta Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk mengkaji peluang penyediaan kuota beasiswa khusus.
“Kami membuka peluang untuk mengalokasikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu melalui APBD Perubahan mendatang,” tegasnya.
Rencana ini diharapkan bisa meringankan beban biaya pendidikan sekaligus mendorong mahasiswa untuk tetap menyelesaikan studi di tengah keterbatasan ekonomi.
Konferensi One Health: Dokter di Kursi Wali Kota Jadi Narasumber Kunci
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi ilmiah. Kabid Pengabdian kepada Masyarakat P3M Politani, Dr. Roosna Maryani Octaviana Adjam, S.P., M.Si., memaparkan rencana penyelenggaraan 1st International Conference yang merupakan peningkatan dari Seminar Nasional Politani ke-9. Acara ini mengusung tema Sustainable Green and Socio-Agricultural Technology berbasis One Health — pendekatan terpadu yang mengaitkan kesehatan manusia, satwa, dan kelestarian alam.
“Mengingat latar belakang Pak Wali yang merupakan seorang dokter sekaligus pembuat kebijakan, kehadiran Bapak sangat kami harapkan untuk berbagi perspektif strategis mengenai implementasi One Health, yang kini menjadi isu global penting dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” jelas Dr. Roosna.
Pemkot Kupang pun menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh agenda konferensi tersebut, termasuk menghadirkan Wali Kota sebagai pembicara utama yang dianggap relevan dengan isu kesehatan dan lingkungan.