MAUMERE — Bukan deburan ombak atau gemerisik angin yang paling terdengar di Pantai Koka, Maumere, Nusa Tenggara Timur, sore itu. Suara nyanyian anak-anak justru mendominasi. Mereka duduk beristirahat setelah berlarian dan bermain air di tepi pantai.
Tanpa aba-aba, satu per satu suara mulai terdengar. Lagu-lagu sederhana dinyanyikan bergantian. Tawa dan tepuk tangan sesekali menyelingi irama. Seorang kru tayangan My Trip My Adventure Trans TV, Diki, mengabadikan momen tersebut.
Sore yang Berubah Jadi Panggung
Pantai Koka yang dikenal dengan pasir putih dan air jernihnya biasanya ramai dikunjungi wisatawan. Namun, untuk anak-anak lokal, pantai ini adalah halaman bermain raksasa. Setelah lelah berlari dan bermain, mereka memilih duduk melingkar.
“Melihat keseruan mereka bernyanyi, membuat kami ingin bergabung bersama mereka,” kata Diki dalam tayangan tersebut. Anak-anak itu tak canggung. Mereka justru makin bersemangat saat orang dewasa ikut nimbrung.
Pantai Koka, Lebih dari Sekadar Ombak
Pantai Koka berada di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Lokasinya sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Maumere. Pantai ini punya daya tarik tersendiri: pasir putih, karang, dan ombak yang tenang di beberapa titik.
Momen bernyanyi bersama seperti ini bukan hal baru bagi warga setempat. Anak-anak di pesisir Flores terbiasa menghabiskan waktu dengan bernyanyi atau bermain alat musik buatan sendiri. Aktivitas itu jadi penutup sore yang hangat sebelum matahari tenggelam.
Bagi warga Maumere, Pantai Koka bukan cuma tempat wisata. Ini ruang publik tempat anak-anak tumbuh, bermain, dan belajar berinteraksi. Bernyanyi di pinggir pantai, bagi mereka, adalah cara paling alami untuk mengakhiri hari.