KUPANG — Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak boleh diukur semata dari megahnya infrastruktur fisik. Dalam sambutannya di acara wisuda STIPAS Keuskupan Agung Kupang, ia menyebut investasi terbesar yang harus terus diupayakan adalah pembentukan karakter manusia yang berintegritas, berbudaya, dan memiliki empati tinggi.
STIPAS Dinilai Sukses Mengawinkan Ilmu dan Moral
Lembaga pendidikan tinggi keagamaan ini dinilai berhasil mengawinkan ilmu pengetahuan akademik dengan kebijaksanaan moral. Para lulusan STIPAS diharapkan siap menjadi motor penggerak kerukunan dan kemajuan daerah di Nusa Tenggara Timur.
“Pemerintah Kota Kupang mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada STIPAS yang telah membantu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Membangun kota bukan hanya membangun gedung, jalan, dan jembatan, tetapi juga membangun manusia yang memiliki pendidikan, kesehatan, kepedulian, serta saling menghormati,” tutur dr. Christian Widodo.
Kolaborasi Gereja, Birokrasi, dan Akademisi Jadi Kunci
Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria, S.Ag., M.Sos., menyatakan bahwa reputasi akademik yang diraih lembaganya merupakan hasil kolaborasi solid antara pihak gereja, birokrasi pemerintahan, dosen, serta orang tua mahasiswa. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendongkrak mutu riset dan publikasi ilmiah ke depan.
Esensi Kemajuan Kota Berakar dari Budi Pekerti Warga
Menutup rangkaian acara wisuda, Wali Kota kembali mengingatkan bahwa esensi kemajuan tata kota yang sesungguhnya berakar dari kualitas budi pekerti warganya. Ia menekankan bahwa pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik agar tercipta kota yang maju dan berkeadaban.