KUPANG — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kota Kupang kembali diperkuat. Wali Kota Kupang Christian Widodo memastikan dukungan penuh terhadap pengembangan riset dan penyelenggaraan konferensi internasional yang digagas oleh Politani Kupang.
"Pemerintah Kota Kupang tentu sangat membutuhkan pemikiran dan kajian akademis. Politani memiliki kapasitas yang kuat di sektor pertanian dan pangan. Mari kita bersinergi bersama untuk membangun kota ini," kata Christian di Kupang, Rabu.
Dukungan Operasional untuk Tamu Internasional
Pemkot Kupang tidak hanya hadir secara seremonial. Christian menyatakan pemerintah kota menyiapkan dukungan operasional berupa armada transportasi, termasuk bus dan kendaraan VIP, untuk mobilisasi tamu internasional yang akan hadir dalam konferensi tersebut.
Selain itu, perangkat daerah terkait akan diutus untuk mengikuti sesi-sesi paralel. Langkah ini dinilai sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan dunia akademik agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
Mengusung Tema One Health untuk Perubahan Iklim
Direktur Politani Kupang Johanis A Jermias menjelaskan, seminar nasional yang biasa digelar kini ditingkatkan menjadi konferensi internasional perdana. Tema yang diangkat adalah "Sustainable Green and Socio-Agricultural Technology berbasis One Health".
Tema ini menyoroti keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai pendekatan dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Konferensi ini akan menghadirkan akademisi dari Van Hall Larenstein University (Belanda), Jiangsu Agriculture and Animal Husbandry Vocational College (Tiongkok), National University of Singapore (NUS), Monash University (Australia), serta Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL), Timor-Leste.
Ketahanan Pangan dan Akses Kampus Jadi Bahasan
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Kupang dan Politani juga membahas peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian perkotaan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Politani juga menyampaikan kendala akses menuju kawasan kampus. Menanggapi hal itu, Christian mengatakan pemerintah kota akan memfasilitasi koordinasi dengan instansi terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Prinsipnya, kepentingan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah akan mengedepankan koordinasi dan penyelesaian sesuai koridor hukum agar semua pihak memperoleh kepastian dan aktivitas akademik tidak terganggu," ujarnya.