Pencarian

Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur Bentuk Tim Khusus Pendampingan Anak Putus Sekolah, Targetkan 3.000 Anak Kembali ke Bangku Pendidikan

Sabtu, 11 Juli 2026 • 22:27:01 WIB
Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur Bentuk Tim Khusus Pendampingan Anak Putus Sekolah, Targetkan 3.000 Anak Kembali ke Bangku Pendidikan
Tim khusus pendampingan anak putus sekolah dibentuk Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur untuk meningkatkan akses pendidikan.

KUPANG — Kolaborasi antara Kemenag NTT dan Pemkab Sumba Timur tidak hanya berhenti pada wacana. Keduanya telah menyepakati pembentukan tim pendampingan yang melibatkan para penyuluh agama untuk turun langsung ke lapangan. Tim ini bertugas melakukan pendataan, penguatan karakter, dan peningkatan kemampuan literasi numerasi bagi anak-anak yang putus sekolah.

Angka Putus Sekolah di Sumba Timur Masih Tinggi

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali secara terbuka mengakui bahwa angka putus sekolah di daerahnya masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia menyebut faktor penyebabnya beragam, mulai dari rendahnya kemampuan literasi dasar anak hingga kondisi kesehatan yang menghambat proses belajar.

"Persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah daerah sendiri. Kami butuh keterlibatan semua pihak, termasuk Kemenag yang memiliki jaringan penyuluh hingga ke desa-desa," ujar Umbu dalam pertemuan dengan Kepala Kanwil Kemenag NTT di Waingapu.

Peran Strategis Madrasah dan SMAK Negeri

Kepala Kanwil Kemenag NTT Fransiskus Kariyanto menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter. Ia mendorong penguatan madrasah negeri dan Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Negeri di Sumba Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kualitas pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat mutlak diperlukan agar anak-anak yang mengalami hambatan tetap punya kesempatan berkembang," kata Fransiskus dalam keterangan resminya di Kupang, Sabtu.

Pendampingan Berkelanjutan oleh Penyuluh Agama

Tim pendampingan yang dibentuk nantinya akan diisi oleh para penyuluh agama dari Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur. Mereka akan hadir lebih dekat di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi, penguatan karakter, serta kemampuan dasar kepada anak-anak putus sekolah.

"Mereka perlu mendapatkan penguatan karakter dan kemampuan dasar agar tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang," ujar Fransiskus.

Pendampingan ini diarahkan agar anak-anak yang sempat putus sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan formal atau setidaknya mengembangkan potensi yang mereka miliki melalui jalur nonformal.

Target: Perluasan Akses Pendidikan ke Wilayah Terpencil

Melalui kolaborasi ini, Kemenag dan Pemkab Sumba Timur berkomitmen memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas SDM, serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif hingga ke wilayah terpencil. Langkah awal yang dilakukan adalah pendataan menyeluruh terhadap anak-anak putus sekolah agar pendampingan bisa berjalan tepat sasaran.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks