Pencarian

6 Ton Sampah Plastik Dikumpulkan dari Hutan Penyangga Labuan Bajo, Mengancam Sumber Air Bersih Warga

Senin, 29 Juni 2026 • 22:40:02 WIB
6 Ton Sampah Plastik Dikumpulkan dari Hutan Penyangga Labuan Bajo, Mengancam Sumber Air Bersih Warga
Enam ton sampah plastik berhasil dikumpulkan dari Hutan Penyangga Labuan Bajo dalam aksi bersih-bersih bersama.

LABUAN BAJO — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, mengonfirmasi bahwa seluruh sampah yang diangkut pada Sabtu (27/6/2026) lalu merupakan sampah plastik. Setelah dipilah di lokasi, residu dari sampah tersebut dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka.

"Semua itu sampah plastik. Dipungut pada Sabtu kemarin," kata Vinsensius kepada Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Ancaman Tersembunyi di Balik Tumpukan Plastik

Kegiatan pembersihan ini digagas oleh Burung Indonesia dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia. Manajer Program Flores Burung Indonesia, Tiburtius Hani, menekankan bahwa persoalan sampah di darat tidak bisa dipisahkan dari kondisi laut.

"Selama ini ada kecenderungan kita melihat laut sebagai sesuatu yang terpisah dengan daratan. Padahal sebetulnya terkait satu sama lain, karena apa yang kita buat di darat itu pada akhirnya akan mempengaruhi laut kita," ucap dia.

Mengapa Jalan Trans Flores Jadi Prioritas?

Tiburtius menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut sengaja dipilih karena menjadi sumber polusi utama. Banyak pengguna jasa transportasi yang masih membuang sampah sembarangan saat melintas.

"Kita pilih di jalan karena sebetulnya kalau kita lihat jalan itu juga sebetulnya sumber sampah karena banyak pengguna jalan yang menggunakan jasa transportasi yang membuang sampahnya begitu saja," lanjut Tibur.

Dampak Langsung ke Sumber Air Minum Warga

Yang lebih mengkhawatirkan, kawasan Hutan Mbeliling merupakan daerah tangkapan air yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Kota Labuan Bajo. Sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa terbawa air hujan dan mencemari sumber air yang dikonsumsi warga.

"Sampah-sampah juga bisa dibawa oleh air hujan dan mencemari air yang kita minum," tutupnya.

Aksi bersih-bersih itu melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pegiat lingkungan. Mereka berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan penyangga yang fungsi ekologisnya vital bagi kehidupan warga Labuan Bajo.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks