Pencarian

Ditjenpas NTT Panen 10 Ton Jagung dari Lahan Karang Lapas Kupang, Buktikan Lahan Tidur Bisa Produktif

Sabtu, 23 Mei 2026 • 12:33:01 WIB
Ditjenpas NTT Panen 10 Ton Jagung dari Lahan Karang Lapas Kupang, Buktikan Lahan Tidur Bisa Produktif
Panen jagung 10 ton dari lahan 2 hektare di Lapas Kelas IIA Kupang menunjukkan produktivitas lahan tidur.

KUPANGPanen raya jagung di Lapas Kelas IIA Kupang menghasilkan 10 ton dari lahan dua hektare yang sebelumnya berbatu dan tidak produktif. Keberhasilan ini menjadi contoh konkret pengelolaan lahan tidur di Nusa Tenggara Timur yang kerap menghadapi tantangan tanah berbatu dan kekeringan.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT Ketut Akbar Herry Achjar menyebut panen ini merupakan hasil kerja sama dengan PT SMJ. Seluruh proses penanaman hingga panen dikerjakan oleh warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

Dari Lahan Karang Jadi Kebun Jagung Produktif

Lahan di Lapas Kelas IIA Kupang ditanami 28 kilogram benih jagung. Hasil panen 10 ton menunjukkan produktivitas tinggi di lahan yang sebelumnya dianggap tidak layak tanam.

"Ini bukan hanya keberhasilan pertanian, tetapi bentuk dukungan kami terhadap kemandirian pangan," ujar Ketut Akbar Herry Achjar di Kupang, Jumat.

Apa Dampak Program Ini bagi Warga Binaan?

Warga binaan yang terlibat langsung mendapatkan keterampilan pertanian dan pengalaman lapangan. Program ini diharapkan membekali mereka dengan kemampuan mandiri setelah bebas dari masa pidana.

"Pemasyarakatan hari ini bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi bagaimana negara hadir membina dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," tambahnya.

Bisa Jadi Contoh Daerah Lain di NTT

Anggota DPD RI Perwakilan NTT Abraham Lianto menilai keberhasilan ini bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki banyak lahan tidur dengan kontur tanah berbatu. Ia menekankan pentingnya jagung sebagai bahan pangan alternatif saat musim kelaparan, terutama di tengah isu El Nino dan kenaikan harga pangan.

"Saya kira ini bisa menjadi contoh buat NTT, karena daerah kita memiliki banyak lahan tidur dengan kontur tanah berbatu yang hari ini terbukti bisa disulap melalui kolaborasi," ujarnya.

Bagaimana Skema Kemitraan dengan Swasta?

Direktur Utama PT SMJ Silvester Sudin menjelaskan kerja sama ini masuk dalam Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Prinsip 5P yang diusung perusahaan mencakup pemberdayaan, pelatihan, pendampingan, pengembangan, dan profil.

"Kerja sama dalam Program SAE ini adalah bukti nyata dari prinsip 5P kami, di mana kami fokus pada pemberdayaan yang saling menguntungkan serta memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan," ujarnya.

Kegiatan panen raya ini juga menjadi bentuk dukungan Pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks