KUPANG — Langkah awal pengembangan desa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dipetakan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, bersama timnya langsung menyambangi Kecamatan Kupang Barat, Jumat (15/5), untuk meninjau potensi desa wisata dan sejumlah desa alternatif di Kabupaten Kupang.
“Tahun ini kita mulai sosialisasi dan tahun 2027 awal kita akan mulai pengembangan potensi desa di NTT,” kata Yandri kepada wartawan di Kupang.
Desa Petelur, Pedaging, hingga Wisata Jadi Prioritas
Dalam kunjungan itu, Yandri mengidentifikasi tiga sektor utama yang bakal digarap. Pertama, menjadikan desa-desa di Kabupaten Kupang sebagai desa petelur dan desa pedaging. Kedua, desa wisata yang sudah mulai dirintis di Kupang Barat.
“Potensinya banyak sekali di sana, kita bisa kembangkan nanti akan kita bantu,” ujar dia.
Potensi Ekspor Rumput Laut dan Desa Buah untuk MBG
Yandri juga menyoroti potensi besar rumput laut di wilayah Kupang Barat yang dinilai memiliki kualitas ekspor. Menurutnya, komoditas ini tidak hanya untuk pasar lokal, tapi bisa ditingkatkan hingga ke pasar internasional.
“Tapi nanti bisa kita up, agar bisa untuk produksi ekspor,” tuturnya.
Selain itu, potensi desa buah-buahan juga dinilai strategis. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah pusat.
Pemerintah Pusat Tunggu Proposal Desa
Yandri mengaku sudah membahas rencana ini dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan bupati setempat. Ia berharap setiap desa segera mengajukan proposal pengembangan potensi desa masing-masing agar bisa diverifikasi dan mendapat pendampingan dari pusat.
“Nanti pada saatnya kita akan melihat pengajuan proposal dari masing-masing desa, nanti insyaa Allah akan kita bantu,” ujar dia.
Kementerian Desa dan PDT menargetkan program ini tidak hanya mendorong kemandirian desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di perdesaan NTT.