Pencarian

Pemkot Kupang Bentuk Forum PSDAT 2026-2029 untuk Cegah Konflik Akibat Krisis Air

Minggu, 10 Mei 2026 • 18:51:01 WIB
Pemkot Kupang Bentuk Forum PSDAT 2026-2029 untuk Cegah Konflik Akibat Krisis Air
Wali Kota Kupang Christian Widodo mengukuhkan Forum PSDAT periode 2026-2029 sebagai upaya pengelolaan sumber daya air terpadu.

KUPANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengambil langkah strategis dalam menangani ancaman krisis air dengan membentuk wadah kolaborasi lintas sektor. Pengukuhan Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) Kota Kupang periode 2026-2029 dilakukan langsung oleh Wali Kota Kupang Christian Widodo pada Minggu (24/11).

Ancaman Konflik Sosial di Tengah Kelangkaan Air Bersih

Ketua Forum PSDAT Kota Kupang terpilih, Roddialek Pollo, mengungkapkan bahwa pengelolaan air di ibu kota Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut stabilitas sosial. Menurutnya, tantangan serius kerap muncul saat wilayah ini memasuki musim kemarau panjang.

Kondisi keterbatasan air bersih yang tidak ditangani secara kolektif berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat. Roddialek menegaskan bahwa forum ini hadir untuk membantu pemerintah daerah dalam memberikan gagasan serta rekomendasi terkait efisiensi penggunaan air demi menghindari potensi konflik tersebut.

Peran Tokoh Agama dalam Divisi Mediasi Forum PSDAT

Salah satu poin unik dalam struktur Forum PSDAT periode ini adalah pembentukan divisi mediasi. Divisi ini secara khusus melibatkan unsur tokoh agama, mulai dari pendeta, romo, ustadz, hingga pemuka agama lainnya di Kota Kupang.

Keterlibatan para tokoh agama bertujuan untuk menjaga keharmonisan warga saat terjadi sengketa atau persoalan terkait akses air. Roddialek menyebut pengelolaan air tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan butuh sentuhan pendekatan sosial dan spiritual agar kebijakan yang diambil dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Visi Wali Kota: Air Sebagai Sumber Peradaban

Wali Kota Kupang Christian Widodo menekankan bahwa Forum PSDAT memiliki tanggung jawab moral yang besar. Ia memandang pengelolaan air sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan hidup warga di wilayah yang memiliki karakteristik iklim kering ini.

“Air ini soal peradaban, karena air adalah sumber kehidupan. Air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber ekonomi, sumber kesehatan, bahkan sumber perdamaian. Karena itu pengelolaan air menjadi sangat penting bagi keberlangsungan Kota Kupang,” kata Christian Widodo di Kupang.

Christian juga menyoroti tekanan terhadap sumber daya air yang kian meningkat akibat pertumbuhan jumlah penduduk dan dampak nyata perubahan iklim. Ia meminta kolaborasi erat antara Perumda Air Minum, pemerintah provinsi, organisasi sosial kemasyarakatan, serta LSM untuk mendukung program konservasi secara terpadu.

Tugas utama forum ini nantinya akan berfokus pada pemberian rekomendasi kebijakan yang berkelanjutan. Hal ini mencakup upaya konservasi sumber air yang ada serta mendorong budaya efisiensi penggunaan air di tingkat rumah tangga maupun industri di Kota Kupang.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks