Pencarian

KAI Ubah Jadwal KA Majapahit, Pejuang PJKA Keberatan

Rabu, 04 November 2026 • 08:04:01 WIB
KAI Ubah Jadwal KA Majapahit, Pejuang PJKA Keberatan
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penjelasan kepada wartawan dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

NUSA TENGGARA TIMUR — PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menerapkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 mulai 1 Desember 2026, dengan sejumlah jadwal jarak jauh berubah. Salah satunya KA Majapahit relasi Pasar Senen–Malang yang maju dari pukul 17.40 WIB menjadi 14.15 WIB, memicu keluhan pekerja penglaju Jumat-Ahad.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan pihaknya memahami kekecewaan pelanggan, termasuk kelompok pekerja yang dikenal sebagai pejuang Pergi Jumat Kembali Ahad (PJKA). Keluhan muncul karena jadwal baru membuat sebagian penumpang sulit mengejar keberangkatan kereta selepas jam kerja pada Jumat.

Anne menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Ia menegaskan KAI telah menampung seluruh masukan pelanggan atas penyesuaian jadwal Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) di Gapeka 2026.

"Kami memahami grafik perjalanan kereta ini pasti tidak bisa memuaskan semua pihak," ujar Anne.

KA Majapahit Maju Tiga Setengah Jam

Perubahan paling banyak disorot adalah KA Majapahit relasi Pasar Senen–Malang. Keberangkatan kereta itu bergeser dari pukul 17.40 WIB menjadi 14.15 WIB dari Stasiun Pasar Senen, atau maju sekitar tiga setengah jam.

Bagi pekerja yang baru pulang kantor pada Jumat sore, jadwal anyar itu praktis menutup opsi pulang kampung di akhir pekan. Kelompok inilah yang selama ini menjadikan KA Majapahit sebagai andalan karena waktu berangkatnya pas dengan jam bubaran kantor.

KAI tidak menghapus persoalan begitu saja. Anne menyebut perusahaan menyediakan sejumlah opsi perjalanan lain sebagai alternatif bagi penumpang yang terdampak perubahan jadwal kereta tertentu.

Pilihan Kereta Pagi hingga Malam

Menurut Anne, penumpang perlu mencermati relasi dan nama kereta sebelum membeli tiket. KAI mengklaim jam keberangkatan tersedia merata sepanjang hari, dari pagi hingga malam.

"Kami bisa pastikan banyak pilihan perjalanan kereta, baik itu pagi, siang, dan juga sore dan malam sehingga kami sarankan melihat relasi terlebih dahulu, mengambil relasi baru kita melihat nama keretanya," kata Anne.

Dengan cara itu, penumpang bisa menemukan alternatif di luar kereta yang biasa dipakai. Anne berharap masyarakat menyesuaikan diri dengan jadwal perjalanan terbaru yang mulai berlaku Desember mendatang.

Kapasitas Angkut Naik

Anne memastikan perubahan dalam Gapeka 2026 bukan sekadar penyesuaian jam. KAI menambah sejumlah perjalanan KAJJ sehingga kapasitas angkut ikut meningkat.

"Dalam penerapan Gapeka ini kapasitas angkutnya naik. Artinya jumlah kereta bertambah. Jadi, relasi perjalanan penting sekali kita cek sehingga kita bisa ada alternatif lain di luar dari kereta yang biasanya kita gunakan," tutur Anne.

Penyesuaian ini disusun mengikuti proyeksi kenaikan pengguna jasa kereta sebesar 8 persen hingga 12 persen setiap tahun. KAI pun mengatur ulang waktu tempuh dan frekuensi perjalanan KAJJ.

Selain itu, KAI menambah jumlah stasiun pemberhentian, antara lain Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara. Penambahan ini memperluas jangkauan layanan bagi penumpang di kawasan penyangga Jakarta.

"Pola-pola operasi ini yang kami lakukan, kita bisa maksimalkan untuk bisa tetap melayani dengan operation excellence, safety, dan juga on time performance-nya," ujar Anne.

Bagi KAI, Gapeka 2026 menjadi ujian keseimbangan antara menambah kapasitas dan menjaga ketepatan waktu. Perusahaan menegaskan akan terus membuka kanal masukan, sementara penumpang diminta memeriksa ulang jadwal sebelum merencanakan perjalanan akhir tahun.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks