KUPANG — Pelantikan berlangsung khidmat dengan prosesi penyerahan bendera pataka FKPTT dari Eurico Guterres kepada jajaran pengurus baru. Ratusan anggota dan pejuang eks Timor Timur memadati aula, mengenakan kemeja krem berpet merah dan pakaian khas organisasi.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan. Prosesi berlanjut dengan pemukulan dada saat mengumandangkan Mars FKPTT.
Siapa Saja yang Hadir dan Mengukuhkan Pengurus
Pengukuhan 43 pengurus dilakukan berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan Sekretaris Panitia Florent G. A. Selain Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, hadir Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT Sony Zet Libing yang mewakili Gubernur NTT.
Jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat turut menyaksikan prosesi pelantikan. Panggung utama dihiasi bendera pataka FKPTT dan layar LED besar yang menampilkan penyerahan bendera organisasi.
“Selama 27 Tahun Itu Kami Diam, Tapi Besok Tidak”
Dalam pidato pengarahannya, Eurico Guterres menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap perjalanan perjuangan organisasi. Ia juga menyoroti pemenuhan hak-hak dasar warga eks Timor Timur yang tetap setia membela kedaulatan NKRI.
“Selama 27 tahun itu kami diam, tapi besok tidak,” tegas Ketua Umum FKPTT Eurico Guterres di hadapan ratusan pengurus dan tamu undangan.
Eurico menilai persoalan pengakuan, martabat, serta kesejahteraan warga eks Timor Timur tidak boleh diabaikan pemerintah di tengah berbagai agenda nasional.
Rekonsiliasi Indonesia–Timor-Leste Masih Dicari
Pengurus FKPTT Felisberto Amaral mengungkapkan upaya rekonsiliasi antara pihak terkait di Indonesia dan Timor-Leste masih terus diupayakan. Pencarian skema dan mekanisme yang tepat ditempuh melalui pertemuan intensif antara Eurico Guterres dan Presiden Timor-Leste.
Kepengurusan DPP FKPTT periode 2025–2030 resmi bergulir setelah pelantikan. Evaluasi perjalanan perjuangan organisasi menjadi agenda pertama yang diusung kepengurusan baru.