LABUAN BAJO — Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bupati Manggarai Barat, dengan Tahir datang langsung menemui para penyintas. Gubernur Emanuel menyebut bantuan Mayapada Foundation itu tidak melewati prosedur berbelit.
“Beliau telepon sendiri, dan saya berterimakasih karena beliau mengatakan akan membantu Flores, yang kemudian langsung kami follow up dengan tim beliau dan hari ini beliau datang sendiri,” kata Emanuel, ditulis Rabu (28/10/2026).
Dari Telepon ke Eksekusi: Bantuan Datang dalam Sepekan
Emanuel menuturkan, Tahir menghubunginya tanpa diminta lebih dulu. Setelah komunikasi awal itu, tim Pemprov NTT bergerak menindaklanjuti ke tim Tahir.
Hanya berselang sekitar seminggu, bantuan benar-benar tiba. Tahir juga meluangkan waktu datang sendiri untuk membagikan bantuan kepada para penyintas.
“Kesan saya ya beliau adalah filantropi pengusaha yang berbicara dan sampai eksekusi bantuan tidak membutuhkan. Waktu yang tidak terlalu lama. Cepat sekali paling seminggu lah langsung datang,” ujar Emanuel.
Rp 1 Miliar Tunai untuk 1.000 Penyintas, 200 Rumah Sedang Dibangun
Bantuan tunai langsung disalurkan sebesar Rp 1 miliar kepada 1.000 penyintas bencana. Selain itu, Tahir membangun 200 rumah dengan total anggaran yang ditaksir tembus Rp 30 miliar.
Emanuel mengakui bantuan untuk korban gempa Flores datang dari berbagai pihak. Namun ia menilai bantuan Tahir kali ini yang paling konkret karena pembangunan rumah langsung dimulai.
“Ini sangat membantu masyarakat di tengah berbagai kesulitan. Dan ini yang paling konkret karena (rumah) langsung mulai dibangun,” ucapnya.
Kriteria Penerima Rumah: Kerusakan Parah dan Lokasi Layak Bangun
Pemprov NTT akan memilih sendiri penerima manfaat bantuan rumah tersebut. Prioritas diberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan parah saat gempa mengguncang Pulau Flores dua bulan lalu.
“Yang dipilih yang rumahnya rusak parah dan harus dibangun untuk menggantikan rumah yang tidak bisa ditempati. Lokasinya nanti kita lihat di tempat yang memang memungkinkan untuk dibangun. Kalau tidak memungkinkan untuk dibangun, tentu bukan di situ,” kata Emanuel.
Kabupaten Manggarai Barat menjadi salah satu titik dengan korban terbanyak dalam bencana gempa Flores.
Pesan Tahir: Suka Duka Indonesia Ditanggung Bersama
Dalam sambutannya sebelum menyerahkan bantuan, Tahir menyebut berbagi tidak sekadar meringankan beban hidup penyintas. Menurutnya, berbagi juga menjadi jalan menemukan kedamaian.
“Indonesia adalah milik kita bersama, maka dari itu suka duka harus kita tanggung bersama. Bapak-bapak ibu-ibu perlu tahu bahwa hari ini saya merasa diberkati bisa berada di tengah kalian. Semoga Tuhan memberkati kalian semua,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Penyaluran bantuan tunai dan pembangunan 200 rumah itu menjadi salah satu bentuk dukungan swasta bagi percepatan pemulihan warga Flores pascagempa.