NUSA TENGGARA TIMUR — Veda Ega Pratama harus melewati Q1 Moto3 Australia 2026 setelah finis di peringkat ke-16 sesi practice di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10). Pembalap Honda Team Asia itu menyebut angin kencang dan sejumlah kesalahan di sesi sore sebagai penyebab utama gagal lolos langsung ke Q2.
Hasil practice Moto3 Australia 2026 menempatkan pembalap berusia 17 tahun tersebut di luar sepuluh besar yang berhak maju ke Q2. Padahal, pada sesi free practice 1, Veda Ega sempat menempati peringkat ketujuh dan memberi harapan bisa langsung mengamankan tiket kualifikasi kedua.
Penyesuaian Motor Tak Berbuah Manis di Sesi Sore
Veda Ega mengakui sesi pagi berjalan cukup baik meski Phillip Island masih menjadi sirkuit baru baginya. Ia memilih menempel pembalap berpengalaman untuk mempelajari garis balap dan cara mendekati tikungan.
"Ini adalah pertama kalinya saya berkendara ke sini, dan sesi paginya tidak terlalu buruk. Saya mencoba mengikuti beberapa pembalap yang lebih berpengalaman di trek ini, mempelajari garis mereka dan memahami cara mendekati tikungan," ujar Veda Ega dalam keterangan resmi Honda Team Asia.
Masalah muncul saat sesi sore. Tim melakukan sejumlah penyesuaian pada motor, tetapi kondisi angin berubah drastis dibanding pagi hari.
"Pada sore hari, kami melakukan beberapa penyesuaian pada motor, namun angin jauh lebih kencang dibandingkan pada pagi hari, jadi saya harus memahami bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi," kata pembalap kelahiran Gunungkidul tersebut.
Kesalahan Sendiri Ikut Menghabiskan Waktu
Selain faktor cuaca, Veda Ega mengakui membuat sejumlah kesalahan yang membuatnya kehilangan banyak waktu di lintasan. Ia gagal menghasilkan lap terbaik meski sempat berusaha menempel rombongan pembalap lain.
"Saya mencoba untuk tetap bersama pembalap lain dan belajar dari mereka, tapi saya tidak bisa menghasilkan lap terbaik. Saya membuat beberapa kesalahan, dan itu menghabiskan banyak waktu," ucapnya.
Meski demikian, pembalap Honda Team Asia itu menilai sesi practice tetap memberi pelajaran berharga. Ia menyebut data yang dikumpulkan hari ini menjadi modal untuk memperbaiki performa di hari pertama grand prix.
Target Lolos Q2 Jadi Harga Mati
Veda Ega menargetkan tiket Q2 Moto3 Australia 2026 pada hari pertama grand prix. Lolos ke Q2 akan memberinya peluang lebih besar mendapatkan posisi start yang menguntungkan saat balapan.
"Tetap saja, ini adalah bagian dari mempelajari sirkuit baru, dan saya telah mengambil informasi berguna mulai hari ini," ujarnya.
"Besok, saya ingin meningkatkan waktu putaran saya, bekerja lebih baik dengan kondisi dan berjuang untuk mendapatkan tempat di Q2. Kami akan menganalisis segalanya bersama tim dan mencoba mengambil langkah maju," kata Veda Ega.
Bagi Veda Ega, sesi Q1 menjadi jalan wajib jika ingin tetap bersaing di barisan depan. Phillip Island dikenal sebagai sirkuit cepat dengan karakter angin laut yang kerap berubah, sehingga adaptasi terhadap kondisi trek menjadi kunci utama.