Pencarian

Fajar/Fikri Tersingkir di Babak Pertama French Open 2026 Usai Kalah Dua Gim

Rabu, 21 Oktober 2026 • 20:33:31 WIB
Fajar/Fikri Tersingkir di Babak Pertama French Open 2026 Usai Kalah Dua Gim
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal melaju setelah kalah dua gim langsung dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin di babak pertama French Open 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung angkat koper dari French Open 2026 setelah takluk dua gim langsung dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin. Kekalahan 24-26, 13-21 ini membuat unggulan ketiga ganda putra Indonesia itu gagal melangkah lebih jauh di turnamen Super 750 tersebut.

Langkah Fajar/Fikri terhenti di pertandingan perdana French Open 2026. Pasangan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin dari Taiwan memaksa mereka menyerah lewat permainan dua gim, Rabu (21/10), di arena yang menjadi panggung turnamen bergengsi itu.

Kekalahan ini terbilang mengejutkan. Fajar/Fikri datang ke Prancis dengan status unggulan ketiga, modal yang seharusnya cukup untuk melewati babak awal. Nyatanya, tekanan lawan sejak gim pertama membuat rencana mereka berantakan.

Gim Pertama Lepas Setelah Duel Ketat 24-26

Fajar/Fikri sebenarnya punya peluang merebut gim pembuka. Kedua pasangan saling kejar angka hingga skor tipis, tapi Chiu/Wang lebih tenang di poin-poin krusial dan menutup gim dengan 26-24.

Kegagalan memanfaatkan momentum itu berbuntut panjang. Di gim kedua, Chiu/Wang tampil lebih aman dan terus menekan, sementara Fajar/Fikri kesulitan menemukan celah untuk menembus pertahanan lawan.

"Kami punya kesempatan ambil gim pertama tapi lepas, di gim kedua mereka lebih safe, lebih menekan juga. Beberapa kali kami menyerang tidak tembus," ucap Fikri seperti dikutip dari rilis PBSI.

Fajar Akui Power dan Fokus Tak Maksimal

Fajar tidak menampik kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. Rangkaian turnamen beruntun disebutnya ikut memengaruhi performa, meski ia menolak menjadikannya alasan utama.

"Lawan bermain sangat baik, beberapa kali juga defense mereka luar biasa. Kami juga merasa tekanan kami tidak ada powernya ya. Secara fokus dan kondisi memang sudah tidak 100 persen tapi itu bukan alasan karena yang lain juga merasakan, apalagi ada yang 3-4 turnamen berturut-turut," ujar Fajar.

Perbedaan karakter lapangan juga disebut menjadi kendala. Fajar membandingkan kondisi di Denmark, tempat mereka berlaga sebelumnya, dengan arena di Prancis yang terasa lebih lambat.

Jadwal Padat Jadi Fokus Evaluasi

Kekalahan ini langsung dialihkan menjadi bahan pembenahan. Fajar menyebut timnya perlu mencari cara menyiasati turnamen yang berjalan berdekatan tanpa mengorbankan kualitas permainan.

"Ini menjadi evaluasi kami ke depan bagaimana menyiasati back to back turnamen dengan kondisi di lapangan yang berbeda," kata Fajar.

"Di Denmark kemarin bolanya kencang tapi di sini agak lambat. Permainan kami kurang baik hari ini."

Bagi Fajar/Fikri, hasil di Prancis ini menjadi pukulan tersendiri. Status unggulan ketiga tidak berbanding lurus dengan performa di lapangan, dan mereka harus segera membenahi ritme sebelum turnamen berikutnya bergulir.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks