Pencarian

Pertamina dan BPBD Kota Kupang Latih Puluhan Siswa SMAN 4 Tanggap Bencana, Lengkapi Jalur Evakuasi hingga Apar

Jumat, 25 September 2026 • 23:29:01 WIB
Pertamina dan BPBD Kota Kupang Latih Puluhan Siswa SMAN 4 Tanggap Bencana, Lengkapi Jalur Evakuasi hingga Apar
Siswa SMAN 4 Kupang mengikuti pelatihan tanggap bencana yang digelar Pertamina dan BPBD Kota Kupang.

Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari menggandeng BPBD Kota Kupang menggelar Program Sekolah Tanggap Bencana di SMA Negeri 4 Kupang dengan melibatkan puluhan siswa dan guru. Pelatihan memadukan pembekalan teori dan praktik, mulai dari pengenalan risiko bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi, hingga respons kondisi darurat. Program itu juga menyertakan bantuan plang jalur evakuasi, titik kumpul, dan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) untuk memperkuat sistem tanggap darurat sekolah.

KUPANG — Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji menyatakan pengetahuan kebencanaan yang diperoleh peserta pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Menurut dia, materi yang didapat harus diteruskan ke lingkungan sekitar.

"Pengetahuan yang didapat hari ini diharapkan tidak hanya disimpan untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada teman-teman dan keluarga di rumah," kata Ernest di Kupang, Jumat.

Materi yang Diterima Siswa dan Guru SMAN 4 Kupang

Kepala SMA Negeri 4 Kupang Fransiskus Xaverius Balu Lowa menilai kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh warga sekolah. Tujuannya agar mereka mampu merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai potensi dan risiko bencana, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi, serta respons menghadapi kondisi darurat. Pelatihan dirancang memadukan teori dan praktik supaya peserta tidak hanya memahami risiko, tetapi juga menguasai kemampuan dasar evakuasi dan pertolongan pertama.

Alasan Kesiapsiagaan Harus Dibangun Sebelum Bencana Datang

Sr. Spv. Receiving, Storage, & Distribution Pertamina Patra Niaga AFT El Tari Setyo Ariwibowo menekankan pentingnya membangun kesiapan sebelum bencana terjadi. Bencana, menurut dia, bisa datang tiba-tiba tanpa peringatan panjang.

"Bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu, pengetahuan dan kesiapan perlu dibangun sejak sekarang, karena dapat menjadi keterampilan yang bermanfaat bagi kita semua," katanya.

Dukungan Plang Evakuasi, Titik Kumpul, dan Apar

Selain pelatihan dan simulasi, program tersebut mendukung penguatan sistem tanggap darurat sekolah melalui penyediaan plang jalur evakuasi, titik kumpul, dan Alat Pemadam Api Ringan (Apar). Bantuan itu melengkapi kemampuan personel sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyebut Program Sekolah Tanggap Bencana sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dan membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan.

"Melalui Program Sekolah Tanggap Bencana, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan. Siswa dan guru perlu memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat," ujar Ahad.

Satgas Tanggap Bencana Dibentuk untuk Jaga Keberlanjutan Program

Sejumlah peserta akan dipilih menjadi bagian dari satuan tugas tanggap bencana dan perubahan iklim di lingkungan sekolah. Satgas itu dibentuk untuk mendukung keberlanjutan program setelah pelatihan selesai.

Langkah tersebut menempatkan siswa dan guru bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi juga penggerak kesiapsiagaan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks