Pencarian

127 Orang Tewas Akibat Gempa Flores, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 12 September 2026

Kamis, 03 September 2026 • 21:04:32 WIB
127 Orang Tewas Akibat Gempa Flores, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 12 September 2026
Masa tanggap darurat gempa Flores diperpanjang hingga 12 September 2026 untuk percepatan penanganan dampak bencana.

KUPANG — Perpanjangan masa tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026 menjadi pengakuan resmi pemerintah bahwa krisis kemanusiaan di pulau tersebut masih jauh dari usai. Keputusan Gubernur NTT itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan warga terdampak, serta aktivitas gempa susulan yang masih terus berlangsung hingga kini.

Data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) per 2 September 2026 menunjukkan skala kerusakan yang masif. Sedikitnya 97.215 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 27.294 unit rusak berat, 22.137 rusak sedang, dan 47.784 rusak ringan. Fasilitas publik yang rusak mencapai 1.915 bangunan.

11.185 Gempa Susulan dan Warga yang Masih Mengungsi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 11.185 kali gempa susulan hingga 2 September Wita. Dari jumlah tersebut, 165 kali getaran dirasakan masyarakat dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, disusul Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada. Di kampung-kampung terpencil, warga masih bertahan di bawah tenda darurat dan terpal bekas sambil memeriksa dinding rumah yang retak setiap pagi.

Bantuan yang Belum Merata Hingga ke Kampung-kampung

Tim Respons Cepat Gempa Flores, inisiatif bersama Floresa dan LSM Sunspirit for Justice and Peace, menerima lebih dari 3.000 pengaduan warga hingga 3 September 2026. Mayoritas pengaduan berisi keluhan soal lamanya waktu menunggu bantuan, dan ketika bantuan tiba, yang pertama menjangkau mereka adalah relawan serta komunitas lokal, bukan petugas pemerintah.

Kondisi ini memicu protes di sejumlah titik, termasuk aksi pengadangan pejabat oleh warga yang telah berhari-hari menunggu bantuan.

Video Viral di Manggarai: Bantuan untuk 30 KK Hanya 15 Kg Beras

Ketimpangan distribusi bantuan terekam dalam sebuah video yang sempat viral dari Timung, Desa Golo Cador, Kabupaten Manggarai. Satu RT dengan sekitar 30 kepala keluarga hanya menerima 15 kilogram beras, seperempat liter minyak goreng, satu dus mi instan, dan 10 butir telur.

Bantuan publik yang datang dari berbagai pihak tercatat jauh lebih besar. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membawa dukungan sekitar Rp 4,5 miliar, sementara figur publik Ferry Irwandi menghimpun lebih dari Rp 5 miliar dari penggalangan dana masyarakat. Tim respons cepat bersama Sunspirit telah menyalurkan donasi lebih dari Rp 1 miliar ke lebih dari 200 titik di tujuh kabupaten terdampak.

Tantangan Membuktikan Bantuan Tepat Sasaran

Jumlah bantuan yang besar dinilai bukan ukuran akhir keberhasilan penanganan bencana. Ukuran yang lebih jujur adalah apakah dukungan itu dapat ditelusuri, tiba di kampung yang tepat, dan diterima keluarga yang benar-benar membutuhkan untuk bertahan hidup beberapa hari ke depan.

Masa tanggap darurat yang diperpanjang dua pekan ini menjadi tenggat kerja bagi pemerintah provinsi dan kabupaten. Bantuan harus sampai secara cukup, berulang, dan terverifikasi kepada keluarga-keluarga di kampung kecil, jauh, dan paling tidak terlihat sebelum status darurat resmi berakhir.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: floresa.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks