Pencarian

Atensi DPRD NTT Soroti Keamanan Pengungsi Gempa Flores, Waspadai Potensi Kekerasan Seksual di Lokasi Pengungsian

Selasa, 01 September 2026 • 17:59:01 WIB
Atensi DPRD NTT Soroti Keamanan Pengungsi Gempa Flores, Waspadai Potensi Kekerasan Seksual di Lokasi Pengungsian
Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni mendesak penguatan keamanan bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian gempa Flores.

Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur, Emelia J. Nomleni, mendesak penguatan perlindungan bagi kelompok rentan di lokasi pengungsian korban gempa Flores, menyusul 10.442 kali gempa susulan yang tercatat hingga Senin (31/8). Ia menyoroti potensi kekerasan seksual yang mengintai perempuan dan anak-anak selama masa tanggap darurat berlangsung.

KUPANG — Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Selasa, menjadi panggung evaluasi penanganan bencana gempa Flores yang tak hanya berfokus pada pengiriman bantuan. Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni menegaskan bahwa lingkungan pengungsian harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga, terutama mereka yang paling rentan.

"Perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak, harus diperkuat selama berada di lokasi pengungsian," kata Emi Nomleni, sapaan akrabnya, di Kupang.

Ancaman Kekerasan Seksual di Tengah Kondisi Darurat

Ia mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana untuk serius melakukan langkah pencegahan dan pengawasan. Situasi darurat kerap kali menciptakan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Emi menekankan bahwa memastikan keamanan di pengungsian adalah bagian tak terpisahkan dari pemenuhan hak dasar warga yang sedang tertimpa musibah.

Pemerataan Bantuan dan Layanan Psikososial Jadi Prioritas

Selain keamanan, Ketua DPRD NTT itu juga menyoroti dua hal krusial lainnya dalam masa tanggap darurat. Pertama, distribusi bantuan yang harus menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Kedua, pendampingan psikososial dan trauma healing bagi warga yang mengalami tekanan mental akibat bencana.

Menurutnya, pemulihan psikis korban gempa sama pentingnya dengan memulihkan kondisi fisik mereka. "Pendampingan psikososial dan trauma healing bagi masyarakat terdampak gempa, menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana," ujarnya.

Lebih dari 10 Ribu Gempa Susulan Masih Mengguncang Flores

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin (31/8) pukul 18.00 WITA menunjukkan aktivitas seismik yang masih tinggi. Sebanyak 10.442 kali gempa susulan telah terekam setelah gempa utama, dengan 161 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Magnitudo terbesar dari rangkaian gempa susulan ini mencapai 6,2, sementara yang terkecil tercatat 2,2. Meski grafik peluruhan aktivitas gempa menunjukkan pola penurunan, Pemerintah Provinsi NTT bersama unsur terkait belum melonggarkan pemantauan.

Koordinasi dan kolaborasi terus diperkuat untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat, agar perlindungan di lokasi pengungsian berjalan optimal. Upaya ini juga diarahkan untuk mendorong pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores secara bertahap.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks