KUPANG — Tim 2 KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memetakan kebutuhan penyintas sekaligus menyalurkan bantuan logistik di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, NTT, pada 25-30 Agustus 2026. Pemetaan berbasis data lapangan ini dilakukan untuk memastikan donasi yang terkumpul tidak salah sasaran dan menjadi dasar program pemulihan jangka panjang.
KUPANG — Tim 2 KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memetakan kebutuhan penyintas gempa di Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendekatan berbasis asesmen lapangan ini dipilih agar bantuan logistik yang disalurkan tepat sasaran serta menjadi pijakan untuk program pemulihan pascabencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 25-30 Agustus 2026 ini tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan. Tim juga mendengarkan langsung keluhan warga untuk merancang program lanjutan yang sesuai dengan kondisi riil di lokasi terdampak.
DPL: Koordinasi Tanpa Aksi Tidak Sampai ke Penyintas
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Tim 2 KKN Tematik Undana, Maria K.D. Sambang, menegaskan bahwa pendekatan ini adalah kunci agar bantuan tidak berhenti di tengah jalan.
"Koordinasi tanpa aksi tidak akan sampai ke penyintas. Kami pastikan donasi yang terkumpul sampai ke tangan yang membutuhkan, sekaligus mendengar langsung kebutuhan penyintas untuk program lanjutan," kata Maria di Ruteng, Kamis.
Apa Saja Kebutuhan Paling Mendesak?
Hasil asesmen yang dilakukan tim sejak 25 Agustus menunjukkan sejumlah kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Selain pangan, sandang, dan obat-obatan, dua kebutuhan utama yang paling menonjol adalah air bersih dan terpal untuk tempat tinggal sementara.
- Kebutuhan dasar: pangan, sandang, dan perlengkapan hunian sementara.
- Obat-obatan serta tiga paket bantuan khusus dari Rektor Undana bagi keluarga mahasiswa terdampak.
- Prioritas utama: air bersih dan terpal untuk tempat tinggal sementara (hunian sementara).
Pendampingan Langsung di Rumah Duka Korban Gempa
Selain melakukan asesmen, tim mengunjungi rumah duka pasangan suami istri yang meninggal akibat gempa di Dusun Welong, Kabupaten Manggarai. Tim memberikan pendampingan psikologis kepada putri korban yang mengalami cedera kaki akibat tertimpa reruntuhan.
Data dari lapangan ini kemudian menjadi dasar penyaluran bantuan logistik Undana di tiga lokasi utama. Bantuan disalurkan langsung kepada warga di Desa Wudi, Desa Wae Mulu, dan wilayah Langgo sebagai respons cepat atas kebutuhan dasar yang mendesak.
Dua Program Prioritas untuk Pemulihan Jangka Panjang
Penanganan darurat bukan akhir dari misi tim. Untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, Tim 2 KKN Tematik Undana menetapkan dua program prioritas yang menyasar pendidikan dan ketahanan pangan.
Program pertama adalah Sekolah Tanggap Bencana yang dilaksanakan bersama BPBD dan PMI Kabupaten Manggarai. Sasaran program ini adalah siswa dari tingkat PAUD hingga SMP, dengan output berupa komik edukasi mengenai mitigasi gempa bumi.
Program kedua dinamakan Bedeng Sayur Portabel Sederhana. Program ini memanfaatkan teknologi irigasi tetes yang dikembangkan bersama Dinas Perkebunan. Tujuannya jelas: membantu menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah kondisi pascabencana, termasuk penurunan debit air di sejumlah wilayah.
Maria menegaskan bahwa pemetaan berbasis data lapangan adalah fondasi utama. Bantuan tidak boleh salah sasaran, dan data yang sama menjadi dasar penyusunan program pemulihan berikutnya.