Pencarian

Freeport Indonesia Kirim Tim Medis hingga Bangun Huntara untuk Korban Gempa NTT, Total Bantuan Rp 2,5 Miliar

Rabu, 02 September 2026 • 09:16:31 WIB
Freeport Indonesia Kirim Tim Medis hingga Bangun Huntara untuk Korban Gempa NTT, Total Bantuan Rp 2,5 Miliar
PT Freeport Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar untuk korban gempa NTT, termasuk layanan medis dan hunian sementara.

Sebanyak 188.161 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengungsi hingga 30 Agustus 2026 pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores. PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar berupa layanan medis, hunian sementara, hingga sekolah darurat untuk meringankan beban para penyintas di Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya.

MANGARAI BARAT — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengerahkan Tim Tanggap Darurat berisi dokter, paramedis, dan rescuer dari Timika untuk menangani dampak gempa bumi yang meluluhlantakkan sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Operasi pelayanan medis yang menjangkau sekitar 500 pasien, evakuasi, dan trauma healing ini berlangsung di Manggarai Timur pada 22–29 Agustus 2026.

Bantuan kemanusiaan yang digulirkan perusahaan mencapai total Rp 2,5 miliar. Nilai itu bersumber dari alokasi perusahaan dan donasi karyawan melalui skema double match.

Mengapa Freeport Indonesia Turun Langsung ke NTT?

Kedekatan emosional perusahaan dengan NTT bukan tanpa sebab. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan, pengalaman menghadapi bencana longsor tambang pada 8 September 2025 lalu membuat perusahaan memahami betul kepedihan warga yang kehilangan harta benda hingga nyawa. Saat itu, produksi terpaksa dihentikan selama 27 hari untuk mencari tujuh pekerja yang akhirnya ditemukan setelah beberapa pekan pencarian.

"Jadi kami bisa merasakan bagaimana pedihnya kejadian yang terjadi di sini, yang tidak hanya mengorbankan harta benda tapi juga ada jiwa-jiwa yang harus terpanggil," kata Tony usai menyerahkan bantuan di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa.

Rincian Bantuan: Dari Tenda hingga Sekolah Darurat

Penyaluran bantuan dilakukan bersama Human Initiative (HI) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Paket bantuan mencakup kebutuhan dasar seperti tenda, bedding kits, hygiene kits, dan sembako.

Selain itu, PTFI turut membangun lima hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat. Bantuan ini menyasar wilayah terdampak yang tersebar di tujuh kabupaten di NTT.

Dampak Gempa: 111 Tewas dan 95 Ribu Rumah Rusak

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB mencatat korban meninggal dunia mencapai 111 orang sejak gempa pertama. Total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Kerusakan rumah akibat gempa mencapai 95.567 unit dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang.

Di Kabupaten Manggarai Barat sendiri, sebanyak 36.102 jiwa dari 7.777 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 10.757 rumah mengalami kerusakan, dan sekitar 9.000 warga terpaksa menempati tenda pengungsian.

Harapan untuk Fase Pemulihan

Tony berharap dukungan bagi warga NTT tidak berhenti pada fase tanggap darurat, melainkan berlanjut hingga tahap pemulihan dengan melibatkan kolaborasi lebih banyak pihak. "Kami berharap dukungan bagi warga NTT tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata," ujarnya.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks