Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat neraca perdagangan luar negeri Nusa Tenggara Timur surplus 34,71 juta dolar AS sepanjang Januari-Juli 2026, dengan total ekspor mencapai 37,71 juta dolar AS. Capaian ini terjadi meski nilai ekspor tercatat turun 10,43 persen dibandingkan periode sama tahun 2025. Timor Leste masih mendominasi pasar utama dengan kontribusi lebih dari 80 persen dari total nilai ekspor daerah.
KUPANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur mencatat neraca perdagangan luar negeri daerah ini mengalami surplus 34,71 juta dolar AS sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai ekspor yang mencapai 37,71 juta dolar AS jauh lebih tinggi dibandingkan impor yang hanya 2,99 juta dolar AS.
"Neraca perdagangan luar negeri NTT pada Januari-Juli 2026 mengalami surplus 34,71 juta dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai 37,71 juta dolar AS dan impor sebesar 2,99 juta dolar AS," kata Kepala BPS NTT Matamira B Kale di Kupang, Rabu.
Ekspor Industri Pengolahan Mendominasi meski Tren Menurun
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar ekspor NTT dengan kontribusi 82,24 persen. Sektor pertanian menyusul di posisi kedua dengan andil 10,67 persen, sedangkan pertambangan hanya memberi sumbangan 2,18 persen.
Namun kinerja ekspor nonmigas yang mencapai 35,85 juta dolar AS justru mengalami penurunan 12,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2026 saja, nilai ekspor NTT tercatat 5,68 juta dolar AS atau turun 9,37 persen secara tahunan.
Ekspor nonmigas pada bulan tersebut sebesar 5,47 juta dolar AS atau turun 10,07 persen. Satu-satunya kategori yang tumbuh adalah ekspor migas yang naik 13,70 persen menjadi 0,21 juta dolar AS.
Produk Pesawat dan Bahan Bakar Catat Lonjakan Signifikan
Di tengah tren penurunan, sejumlah komoditas mencatat peningkatan tajam. Dari 10 komoditas ekspor terbesar, kapal terbang dan bagiannya (HS 88) melonjak 288,21 persen atau bertambah 1,73 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bahan bakar mineral (HS 27) juga naik 54,66 persen dengan tambahan nilai 0,65 juta dolar AS. Kendaraan dan bagiannya (HS 87) meningkat 11,16 persen atau setara 0,32 juta dolar AS.
Timor Leste Kuasai 80,72 Persen Pasar Ekspor NTT
Tiga negara tujuan utama ekspor NTT selama Januari-Juli 2026 masih didominasi negara tetangga. Timor Leste menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor 30,44 juta dolar AS atau setara 80,72 persen dari total ekspor daerah.
Turki menempati posisi kedua dengan serapan 2,28 juta dolar AS atau sekitar 6,06 persen. Jepang menyusul di urutan ketiga dengan nilai 1,08 juta dolar AS atau 2,86 persen dari total ekspor.
Impor Anjlok Hampir 50 Persen Sepanjang Tahun Berjalan
Nilai impor NTT Januari-Juli 2026 hanya mencapai 2,99 juta dolar AS dengan volume 8.129,46 ton. Angka ini merosot 49,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Juli 2026, impor tercatat 0,75 juta dolar AS atau turun drastis 60,6 persen dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 1,9 juta dolar AS. Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan NTT pada Juli 2026 juga mencatat surplus sebesar 4,93 juta dolar AS.