KUPANG — Tiga puluh dua ruas jalan yang membentang dari Pulau Timor hingga Alor dan Lembata kini telah berubah status menjadi lebih mantap. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak memastikan seluruh paket pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dari Bondokodi-Waitabula hingga Yos Sudarso: Ruas Vital yang Tersambung
Penyebaran proyek ini merata di Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Kota Kupang. Beberapa ruas yang menjadi prioritas antara lain Bondokodi-Waitabula, Keliting-Wini-Sakato, Betun-Motamasin, serta Waepare-Bola. Di kawasan timur, ruas Watutuku-Mataraben dan Kalabahi-Kokar juga ikut dituntaskan.
Tak hanya itu, ruas Simpang Patung Sonbai-Bello dan Yos Sudarso di Kupang masuk dalam daftar. Sementara di wilayah selatan, Panite-Kolbano dan Simpang Niki-Niki-Oenlasi disebut-sebut sebagai jalur distribusi utama komoditas pertanian.
Gubernur: Jalan Mulus Itu Investasi, Bukan Sekadar Aspal
"Pembangunan 32 ruas jalan strategis ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan NTT," kata Gubernur Melki Laka Lena di Kupang, Selasa. Ia menambahkan, jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya distribusi, dan meningkatkan daya saing daerah.
Menurut dia, infrastruktur menjadi fondasi untuk mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Karena itu, percepatan pembangunan terus dilakukan agar manfaatnya sampai ke pelosok.
PUPR Jamin Kualitas: Sesuai Arahan Gubernur dan Wagub
Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak menegaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan di setiap tahapan proyek. "Pelaksanaan ini sesuai arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni memastikan setiap pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mengklaim seluruh proses pekerjaan telah memenuhi standar teknis. Kehadiran 32 ruas jalan ini diharapkan benar-benar memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dampak ke Warga: Biaya Logistik Ditekan, Peluang Investasi Terbuka
Pemprov NTT menargetkan arus barang dan jasa di kawasan timur Indonesia bisa lebih lancar. Dengan jalan yang mantap, biaya logistik yang selama ini menjadi momok bagi petani dan nelayan di NTT diharapkan turun signifikan. Mobilitas masyarakat pun meningkat, membuka peluang investasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi.