NUSA TENGGARA TIMUR — Sunrun resmi mengumumkan pilot program yang mengintegrasikan server AI ke dalam ekosistem rumah bertenaga surya milik pelanggannya. Alih-alih membangun pusat data raksasa, perusahaan yang memiliki lebih dari 1,1 juta pelanggan ini ingin memanfaatkan jaringan rumah yang sudah ada untuk memproses beban kerja inference AI — tahap di mana model AI yang sudah terlatih menghasilkan respons bagi pengguna.
“Kami sudah menyelesaikan proof of concept yang menunjukkan permintaan pelanggan dan kemampuan menghasilkan pendapatan,” tulis Sunrun dalam pernyataan resmi. Perusahaan kini memperluas pengujian dengan memasang node komputasi di rumah-rumah peserta dalam berbagai kondisi operasi dan struktur tarif listrik yang berbeda.
Beban Inference AI: Cocok untuk Jaringan Tersebar
Tidak seperti pelatihan AI yang membutuhkan pusat data besar berisi ribuan GPU, beban kerja inference bisa disebar ke banyak lokasi kecil. Keuntungan lainnya: kedekatan dengan pengguna akhir mengurangi latensi atau waktu tunggu respons. Inilah celah yang ingin diisi Sunrun.
Node komputasi yang dipasang berada di belakang meteran listrik pelanggan dan dipasangkan dengan baterai rumah. Artinya, server bisa tetap beroperasi saat terjadi pemadaman listrik sekaligus mengurangi tekanan pada jaringan listrik yang sudah padat.
Model Bisnis: Dua Sisi Keuntungan
Pemilik rumah yang berpartisipasi akan mendapat kompensasi langsung untuk hosting perangkat keras. Sunrun berharap ini menjadi aliran pendapatan tambahan bagi pelanggan, di samping penghematan dari panel surya atap, penyimpanan baterai, dan program virtual power plant yang sudah ada.
Di sisi lain, Sunrun akan menjual kapasitas komputasi tersebut ke pelanggan korporat. Perusahaan mengklaim armada rumah bertenaga surya yang sudah ada bisa menyediakan kapasitas komputasi jauh lebih cepat dibandingkan pusat data AI baru, yang pembangunannya bisa memakan waktu bertahun-tahun karena perizinan, konstruksi, dan koneksi utilitas.
Pilot Berlangsung Beberapa Bulan ke Depan
Sunrun berencana menjalankan program percontohan ini selama beberapa bulan ke depan sebelum memutuskan apakah akan memperluas program. Perusahaan mengaku sudah dalam diskusi dengan pelanggan komputasi korporat, perusahaan utilitas, dan pengembang perumahan tentang kemungkinan peluncuran skala besar.
Program AI ini terpisah dari kemitraan Sunrun dengan Renew Home dan Tesla yang baru saja diumumkan untuk menggabungkan lebih dari 16 gigawatt kapasitas energi rumah tangga fleksibel bagi perusahaan utilitas dan hyperscaler. Kedua inisiatif ini menunjukkan bagaimana perusahaan semakin melirik sistem energi residensial sebagai bagian dari solusi untuk memenuhi permintaan listrik AI yang melonjak drastis.