NUSA TENGGARA TIMUR — Laga kedua akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, kick-off pukul 20.00 WIB. Setelah hasil imbang 1-1 di pertemuan pertama, David Nascimento tidak berniat mengubah pendekatan tim. Ia justru ingin menegaskan identitas permainan Garuda Muda.
Pressing Ketat Jadi Senjata Utama, Lawan Sempat Kerepotan
David menilai strategi menekan sejak awal yang diterapkan anak asuhnya di laga pertama sudah efektif. Malaysia berkali-kali kesulitan membangun serangan dari bawah karena tekanan konstan dari pemain Indonesia.
“Rencana kami tetap sama karena gaya bermain kami tidak akan berubah. Kami akan menekan mereka dengan cara yang sama seperti yang kami lakukan di laga pertama,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Gol semata wayang Indonesia dicetak oleh Dhamar Try Kusuma pada menit ke-80. Namun, keunggulan itu buyar setelah Muzakif Fitri Muhamad menyamakan kedudukan untuk Malaysia di menit 90'+6.
Karakter Tim yang Ingin Ditonjolkan David Nascimento
Menurut David, pressing agresif bukan sekadar taktik musiman, melainkan identitas yang ingin dibangun untuk jangka panjang. Ia ingin timnya terus berkembang dengan pola ini, bahkan saat menghadapi lawan yang lebih berat.
“Karena itulah cara yang kami inginkan untuk bermain. Kami tidak ingin memberikan lawan waktu untuk membangun serangan, dan kami akan melakukannya terhadap siapa pun karena kami perlu berkembang,” jelas David.
Ia menambahkan, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, tim akan semakin baik dalam menjalankan instruksi tersebut.
Baru Sebulan Berkumpul, Progres Anak Asuh Sudah Terlihat
Meski baru menjalani pemusatan latihan selama satu bulan, David mengaku anak asuhnya sudah memahami instruksi yang diberikan. Ia optimistis pressing yang diterapkan akan semakin mematikan seiring waktu.
“Saya rasa anak-anak melihat bahwa hal itu berhasil. Pressing-nya benar-benar berhasil melawan tim yang bagus. Jadi, ini hanya bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya.