KUPANG — Sebanyak 11 siswa asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dinyatakan lolos seleksi masuk Sekolah Garuda. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Apris A Manafe, mengonfirmasi hal itu dari Kupang, Jumat.
Dari jumlah tersebut, tiga siswa akan menempuh pendidikan di Sekolah Garuda yang berlokasi di TTS. Delapan siswa lainnya akan ditempatkan di sejumlah Sekolah Garuda di luar Nusa Tenggara Timur.
Dampak Positif bagi Pendidikan di TTS
Apris menilai kehadiran program Sekolah Garuda memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan di daerah. Ia optimistis program ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) asal TTS ke depannya.
"Dari ratusan siswa yang ikut seleksi, 11 anak kita lolos. Ini patut disyukuri," ujar Apris. Ia menambahkan, para siswa yang lolos ditargetkan memulai tahun ajaran baru pada tahun ini.
Progres Pembangunan Masih Menjadi Kewenangan Provinsi
Ditanya soal perkembangan fisik gedung Sekolah Garuda di TTS, Apris mengaku tidak memiliki informasi detail. Menurutnya, pembangunan infrastruktur sekolah tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gubernur: Persentase Kelulusan dari NTT Cukup Baik
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam kesempatan terpisah menyebut proses seleksi siswa dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. Ia belum bisa memastikan angka pasti jumlah siswa yang lolos dari seluruh NTT.
"Persentase siswa yang lolos dari NTT cukup bagus, mungkin sekitar 11 persenan. Saya kurang tahu pasti," kata Melki. Ia menekankan bahwa seleksi bersifat terpusat dan transparan.