KUPANG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyalurkan tunjangan guru Aparatur Sipil Negara Daerah (ASND) sebesar Rp1,37 triliun kepada 63.079 orang per 15 Juli 2026. Realisasi ini mencapai 49,98 persen dari total pagu anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp2,73 triliun. Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan menyebut akurasi data penerima masih menjadi pekerjaan rumah karena masih ditemukan retur pembayaran akibat rekening tidak valid.
Kabupaten Alor Paling Tinggi, TTS Terbanyak Terima Tunjangan Khusus
Dari enam Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang menyalurkan dana tersebut, Kabupaten Alor mencatatkan persentase penyaluran tertinggi. Daerah itu telah merealisasikan Rp54,57 miliar atau 54,97 persen dari pagu kepada 2.033 guru.
Disusul Kabupaten Lembata yang menyalurkan Rp31,92 miliar (52,81 persen) untuk 1.328 guru, dan Kabupaten Sikka dengan Rp65,05 miliar (52 persen) untuk 2.394 guru. Untuk skema Tunjangan Profesi Guru (TPG), realisasi mencapai Rp1,22 triliun atau 48,84 persen dari alokasi Rp2,50 triliun, yang diterima 56.047 guru bersertifikasi. Kelompok penerima TPG terbesar berasal dari satuan pendidikan di bawah Pemerintah Provinsi NTT, yaitu sebanyak 12.100 guru.
Sementara itu, Tunjangan Khusus Guru (TKG) telah disalurkan Rp141,82 miliar atau 62,62 persen dari alokasi Rp226,47 miliar. TKG ini diberikan kepada 6.306 guru yang bertugas di daerah dengan tantangan geografis. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi daerah dengan jumlah penerima TKG terbanyak, yakni 602 guru.
Ribuan Guru Honorer Terima Tambahan Penghasilan
Selain tunjangan profesi dan khusus, pemerintah juga menyalurkan Tambahan Penghasilan Guru bagi ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik. Skema ini telah tersalur Rp1,48 miliar atau 42,42 persen dari alokasi Rp3,50 miliar kepada 726 guru. Kabupaten Sumba Timur menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 95 guru.
Ratusan Retur Pembayaran, 387 Kasus Berhasil Diproses Ulang
Adi Setiawan mengakui bahwa validitas data penerima masih menjadi kendala utama. Pada penyaluran TPG, tercatat 412 retur dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Kupang sebanyak 97 retur. Dari jumlah tersebut, 387 retur telah berhasil diproses ulang dan disalurkan kembali kepada penerima yang berhak.
Pada TKG, ditemukan 82 retur, di mana 81 retur telah berhasil ditangani. Sementara pada skema Tambahan Penghasilan Guru, tercatat 52 retur dan seluruhnya telah berhasil diselesaikan.
“Validasi rekening penerima dapat dilakukan melalui pengecekan rekening koran atau fotokopi buku tabungan, verifikasi melalui aplikasi mobile banking, serta konfirmasi langsung kepada pihak perbankan guna memastikan data penerima selalu mutakhir dan valid,” kata Adi.
Pemda Diminta Lebih Teliti Verifikasi Data Guru
Kepala Kanwil DJPb NTT menekankan bahwa penyaluran tunjangan guru bukan sekadar merealisasikan anggaran, tetapi merupakan wujud penghargaan negara atas dedikasi para pendidik. Ia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan ketelitian dalam verifikasi data agar hak para guru dapat diterima secara tepat waktu dan tepat sasaran.
“Dengan begitu, mereka dapat fokus menjalankan proses belajar mengajar,” ujarnya.