KUPANG — Puluhan guru PJOK sekolah dasar di Kota Kupang mengikuti Training of Trainers (TOT) di Pitoby Sport Centre, Jumat hingga Sabtu (22-23/5/2026). Kegiatan ini diinisiasi Sahabat Pulau Indonesia (SPI) sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas tenaga pendidik.
Guru Tak Sekadar Mengajar, Tapi Juga Menjadi Pelatih
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kota Kupang melalui Kepala Bidang PTK Jonathan Sinlae menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar menambah wawasan mengajar. Guru yang mengikuti TOT diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
“Guru-guru yang mengikuti TOT ini diharapkan terlibat proaktif selama pelatihan, kemudian mampu menjadi trainers muda di sekolah masing-masing. Ilmu yang diperoleh dapat diimbaskan secara efektif,” ujar Jonathan dalam sambutannya.
Mengapa Pelatihan Ini Berbeda?
Berbeda dengan seminar konvensional, TOT ini menekankan praktik langsung. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Penjaskes Kota Kupang, Ismael Fernandez, menjadi narasumber utama dengan metode pembelajaran olahraga yang aktif dan menyenangkan.
“Olahraga di sekolah bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarana membangun kepercayaan diri, kerja sama, dan kebiasaan hidup sehat. Karena itu, guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan,” kata Ismael, guru di SD Inpres Naikoten 1.
Karakter Sportif Dibangun Sejak SD
Jonathan Sinlae menambahkan, pendidikan jasmani berperan strategis dalam pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan sportivitas bisa ditanamkan lewat aktivitas fisik yang terstruktur.
“Kami berharap kegiatan ini memupuk dan membangkitkan jiwa sportifitas di kalangan pelajar sejak usia dini. Nilai-nilai itu penting untuk membangun karakter anak-anak di sekolah,” ujarnya. Pendekatan pelatihan menekankan permainan sederhana dan aktivitas gerak yang mudah diterapkan tanpa alat mahal.
Target: Imbasan ke Rekan Guru dan Siswa
Setelah mengikuti TOT, para guru diharapkan mampu menjadi fasilitator bagi rekan sejawat di sekolahnya. Dampak pelatihan tidak berhenti pada satu orang, melainkan menyebar ke seluruh ekosistem sekolah.
Program ini merupakan komitmen SPI dalam memperkuat pendidikan dasar di Kota Kupang, khususnya di bidang olahraga. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan berlanjut dengan sasaran sekolah di wilayah pinggiran kota. (goe)