Pencarian

Karantina Hewan NTT Terbitkan Sertifikat Sehat untuk 11.000 Sapi Kiriman ke Jakarta, Kalimantan, dan Jawa Timur

Selasa, 19 Mei 2026 • 14:27:01 WIB
Karantina Hewan NTT Terbitkan Sertifikat Sehat untuk 11.000 Sapi Kiriman ke Jakarta, Kalimantan, dan Jawa Timur
Balai Karantina Hewan NTT menerbitkan sertifikat sehat untuk 11.000 sapi sebelum dikirim ke Jakarta, Kalimantan, dan Jawa Timur.

KUPANG — Ribuan sapi asal NTT yang dikirim ke luar provinsi tidak bisa begitu saja naik ke kapal. Sebelum diberangkatkan, setiap ekor harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT.

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan NTT, drh. Adi Komara, mengatakan proses pengawasan dimulai sejak sapi masih berada di kandang pemilik. Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah sertifikat veteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTT.

Dua Kali Pemeriksaan Sebelum Dikirim

Pemeriksaan tidak dilakukan sekali. Setelah sapi tiba di kandang karantina Kupang, petugas kembali menguji kesehatan hewan tersebut. “Tentunya setelah tiba di kandang Balai Karantina, sapi-sapi itu kami uji lagi untuk kemudian mendapatkan sertifikat dari Karantina,” ujar Adi Komara di Kupang, Senin.

Salah satu penyakit yang paling diwaspadai adalah colibacillosis. Daerah tujuan seperti Kalimantan secara spesifik mensyaratkan sapi yang masuk harus bebas dari bakteri penyebab penyakit tersebut. Untuk memastikannya, petugas mengambil sampel darah sebelum sapi dinaikkan ke kapal.

Kalimantan Jadi Pasar Terbesar Sapi NTT

Dari total 11.000 ekor yang telah dikirim, Kalimantan mencatat permintaan tertinggi. Pulau Jawa juga menjadi tujuan utama, termasuk Jakarta dan Jawa Timur. Pengiriman ini dipicu oleh kebutuhan hewan kurban menjelang hari raya keagamaan.

Pemeriksaan ketat ini sekaligus menjadi bukti bahwa hingga saat ini wilayah NTT masih dinyatakan bebas dari berbagai penyakit menular pada hewan sapi. Kondisi ini menjadi nilai tambah bagi peternak lokal dalam memasarkan ternaknya ke luar daerah.

Apa yang Terjadi Jika Sapi Tak Lolos Uji?

Balai Karantina tidak akan menerbitkan sertifikat kesehatan jika hasil uji menunjukkan sapi terindikasi penyakit. Hewan yang tidak lolos akan ditahan dan tidak diizinkan dikirim ke luar provinsi. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran penyakit antardaerah.

“Selaku karantina, kami menerima sapi-sapi yang masuk, jika pemilik sapi memiliki sertifikat veteriner yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTT,” tambah Adi Komara.

Dengan pengawasan berlapis ini, pemerintah daerah optimistis pasokan hewan kurban dari NTT tetap memenuhi standar kesehatan nasional. Para peternak pun diimbau untuk melengkapi dokumen administrasi sejak awal agar proses pengiriman tidak terhambat.

Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks