KUPANG — Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Upacara dihadiri aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkot Kupang, jajaran organisasi perangkat daerah, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pesan Serena: Literasi Digital Kunci Jaga Keutuhan Bangsa
Dalam amanatnya, Serena menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional harus dirawat melalui solidaritas sosial dan gotong royong. Menurut dia, tantangan zaman kini tak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari informasi menyesatkan di ruang digital.
“Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujar Serena.
Ia menambahkan, nilai perjuangan para pendiri bangsa tetap relevan, terutama dalam membangun kepedulian sosial di tengah perubahan teknologi. Literasi digital menjadi krusial agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks yang berpotensi memecah belah.
Ruang Digital Sehat untuk Masa Depan Bersama
Serena secara spesifik mengajak warga Kupang untuk bijak bermedia sosial. Ia meminta masyarakat menjaga ruang digital tetap sehat, beretika, dan memberi manfaat.
“Kita harus mampu menjaga ruang digital tetap sehat, beretika, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai informasi yang tidak benar justru merusak persaudaraan dan persatuan bangsa,” kata Serena.
Semangat Kebangkitan Diwujudkan dalam Kerja Nyata
Dalam kesempatan yang sama, Serena juga menyinggung arah pembangunan nasional. Menurut dia, semangat kebangkitan harus diwujudkan melalui kerja nyata yang menghadirkan perubahan dan kesejahteraan bagi rakyat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji bertindak sebagai pemimpin upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan dan persatuan bangsa.