KUPANG — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal kembali memiliki akses pembiayaan bersubsidi dari bank daerah. Bank NTT memastikan seluruh persiapan operasional untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah rampung, menyisakan satu tahapan krusial: sinkronisasi sistem pelaporan dengan Kementerian Keuangan.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyatakan bahwa proses integrasi sistem secara daring ini menjadi pintu terakhir sebelum penyaluran KUR bisa direalisasikan. Hal ini penting karena setiap pencairan KUR terkait langsung dengan mekanisme subsidi bunga dari pemerintah pusat.
"Seluruh persiapan dari Bank NTT sudah selesai. Sekarang tinggal tahap integrasi sistem pelaporan dengan Kementerian Keuangan karena setiap penyaluran KUR berkaitan langsung dengan subsidi bunga dari pemerintah," kata Charlie di Kupang, Minggu (17/5/2026).
Vakum Tujuh Tahun, Bank NTT Mulai dari Awal
Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR menjadi angin segar bagi perekonomian daerah. Selama beberapa tahun terakhir, pelaku UMKM di NTT lebih banyak bergantung pada bank-bank nasional untuk mendapatkan KUR.
Charlie mengakui, proses persiapan kali ini memakan waktu lebih panjang dari biasanya. Sebab, Bank NTT terakhir kali menyalurkan KUR pada 2019. Setelah vakum cukup lama, hampir seluruh prosedur administratif, kesiapan sistem, hingga pemenuhan ketentuan regulator harus dipenuhi kembali dari awal.
"Karena sudah cukup lama tidak menjalankan KUR, maka banyak tahapan yang harus dipenuhi kembali pada 2026 ini," ujarnya.
Target: Perluas Akses Modal dan Dorong Ekonomi Daerah
Dengan hampir rampungnya seluruh proses, Bank NTT optimistis penyaluran KUR dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Kehadiran kembali skema pembiayaan bersubsidi ini diharapkan memperluas akses modal produktif bagi pelaku usaha kecil di NTT.
Langkah ini juga dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong perputaran ekonomi daerah di tengah upaya pemulihan dan penguatan sektor riil di Nusa Tenggara Timur.