Pencarian

Anggota DPR RI Esthon Foenay Tinjau Dapur MBG di Perbatasan NTT, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal di Belu dan Malaka

Sabtu, 16 Mei 2026 • 15:13:46 WIB
Anggota DPR RI Esthon Foenay Tinjau Dapur MBG di Perbatasan NTT, Dorong Serapan Tenaga Kerja Lokal di Belu dan Malaka
Anggota DPR RI Esthon Foenay meninjau dapur MBG di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dan Malaka, NTT.

Dua dapur yang dikunjungi berada di kawasan berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), yakni SPPG Mandeu Raianuk di Kabupaten Belu dan SPPG Webriamata di Kabupaten Malaka. Esthon menyebut wilayah perbatasan harus mendapat perhatian khusus karena menjadi beranda terdepan Indonesia.

Pastikan Standar Nasional Terpenuhi di Dapur Perbatasan

Esthon menegaskan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan para pelaksana di lapangan. Ia ingin memastikan seluruh sistem pelayanan dapur berjalan sesuai standar nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kedatangan saya semata untuk melihat secara langsung pelayanan di SPPG ini, karena seluruh pelaksana di lapangan harus mengetahui dan memahami sistem serta semangat yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo," ujar Esthon dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dampak Ekonomi: Prioritas Tenaga Kerja dan Bahan Baku Lokal

Menurut Esthon, program MBG bukan sekadar soal pemenuhan gizi. Ia mendorong agar kebutuhan dapur dipenuhi dari sumber daya daerah setempat, termasuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

"Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan perputaran uang tetap berada di desa-desa perbatasan, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.

13 Dapur MBG di Malaka Sudah Beroperasi, 12 Lainnya Dibangun

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata, melaporkan perkembangan program di wilayahnya. Hingga saat ini, telah dibangun 13 dapur MBG di Kabupaten Malaka. Sementara itu, 12 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Selain meninjau dapur MBG, rombongan juga memantau perkembangan Program Koperasi Desa Merah Putih. Benny mengungkapkan, program koperasi telah terealisasi di 122 desa dari total 127 desa di Kabupaten Malaka.

Sinergi antara program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.

Bagikan
Sumber: delikasia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks