KUPANG — Sebanyak 220 tabung elpiji 12 kg dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, menyusul 200 tabung lainnya untuk Kota Kupang dan sekitarnya. Pengiriman darurat ini menyusul laporan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menghentikan produksi makanan sejak 8 Mei 2026.
Direktur Utama Sub Holding Downstream Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi langsung diprioritaskan setelah koordinasi dengan Badan Gizi Nasional. "Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
5 Kabupaten Terdampak, Manggarai Paling Awal Lumpuh
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menjelaskan penghentian operasional berlangsung bertahap. Kabupaten Manggarai menjadi daerah pertama yang berhenti total pada 8 Mei 2026, disusul Timor Tengah Utara, Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Sumba Barat pada 11-12 Mei 2026.
"SPPG berhenti operasional sementara disebabkan kelangkaan gas di beberapa wilayah Provinsi NTT," kata Dadang.
Ia menambahkan, sebagian besar SPPG di daerah tersebut mengandalkan elpiji 12 kg untuk memasak ribuan porsi makanan setiap hari. Tanpa pasokan, aktivitas produksi tidak bisa berjalan.
Ratusan Tabung Langsung Dikirim, Sisa Daerah Menyusul
Pertamina memastikan distribusi akan terus diperluas ke wilayah lain seperti Sumba dan Manggarai. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengaku langsung melapor ke jajaran direksi Pertamina Holding setelah kelangkaan terjadi.
"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," kata Nanik.
Gas Elpiji 12 Kg Jadi Tulang Punggung Dapur MBG
Kelangkaan ini menyoroti ketergantungan tinggi program MBG pada satu jenis bahan bakar. Sebagian besar dapur SPPG di NTT belum memiliki cadangan energi alternatif, sehingga gangguan distribusi gas langsung berdampak pada layanan gizi gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil.
Ega menegaskan pihaknya akan mengawal ketersediaan pasokan agar operasional dapur MBG tidak kembali terganggu. "Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," ujarnya.