KUPANG — Ketekunan Yustina Sadji dalam mengolah pangan lokal di Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, kini membuahkan hasil nyata. Produk olahannya telah mengantongi label resmi dan sertifikasi halal, memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen di Nusa Tenggara Timur.
Usaha yang dirintis sejak 2014 dari rumah sederhana itu terus berkembang. Yustina tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan di sekitarnya.
Dari Dapur Sederhana ke Pasar Lebih Luas
Yustina memulai usahanya dengan peralatan seadanya. Kini, produknya telah dikenal masyarakat dan memiliki legalitas usaha yang lengkap.
"Awalnya kami mulai dari usaha kecil dengan peralatan sederhana. Sekarang produk sudah memiliki label dan mulai dikenal masyarakat," kata Yustina di Kupang, Rabu (13/5/2026).
Perempuan kelahiran Surabaya, 5 September 1972 itu tidak berhenti pada produksi saja. Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari agribisnis, pengolahan hasil ternak dan pertanian, hingga bootcamp wirausaha yang difasilitasi Bank Indonesia pada 2024.
Peran Ganda: Pengusaha dan Pendamping UMKM
Di luar usahanya, Yustina dipercaya sebagai Ketua Koordinator Komunitas Sosial Ekonomi Paroki Santo Simon Petrus Tarus. Komunitas binaan para misionaris Claretian Penfui Kupang itu mendampingi lebih dari tiga UMKM di sekitar Tarus.
Fokus pendampingan adalah pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal dan lingkungan, khususnya bagi perempuan. Yustina juga tergabung dalam Jaringan Perempuan Usaha Kreatif Kupang, ruang belajar dan penguatan kapasitas bagi pelaku usaha perempuan di wilayah itu.
Penghargaan dan Pengakuan di Tingkat NTT
Kerja keras Yustina menuai pengakuan. Ia meraih Juara I Olahan Pangan Lokal tingkat NTT pada 2022. Setahun kemudian, pada 2024, ia mendapat penghargaan praktik terbaik dalam pengembangan pangan adaptif iklim dan sistem pangan di NTT.
Bagi Yustina, usaha yang dijalankan bukan semata mencari untung. "Ini juga membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan dan masyarakat kecil agar lebih mandiri melalui potensi pangan lokal daerah," ujarnya.