KUPANG — Purwadi Arianto meninjau langsung sejumlah produk lokal yang dipasarkan di NTT Mart, mulai dari tenun ikat khas berbagai kabupaten, kopi, kerajinan tangan, hingga aneka olahan pangan. Kunjungan kerja itu dilakukan pada Senin lalu.
Dari Penataan hingga Keramahan Petugas Dinilai
Dalam kunjungannya, Wamen PANRB tidak sekadar melihat-lihat produk. Ia mengamati secara detail bagaimana UMKM diorkestrasi, mulai dari penataan barang, cara penyajian, hingga legalitas usaha.
“Hari ini saya datang ke NTT Mart, melihat bagaimana UMKM itu diorkestrasi secara baik mulai dari penataannya, kemudian cara penyajian, penjualan, legalitas termasuk keramahan dari petugasnya,” kata Purwadi Arianto di Kupang.
Produk Khas NTT yang Jarang Terlihat di Jakarta
Purwadi mengaku terkesan dengan tata kelola gerai tersebut yang dinilai mampu meningkatkan nilai jual produk lokal. Ia bahkan menemukan banyak barang khas NTT yang belum pernah ditemuinya selama bertugas di Jakarta.
“Saya juga melihat produk-produk yang tidak terlihat di Jakarta tapi hari ini saya melihatnya di NTT Mart. Kalau gak datang ke sini kurang tepat, kalau ke NTT,” ujar dia.
Menurutnya, kekayaan tekstil tradisional, khususnya tenun ikat dari berbagai daerah di NTT, cukup memperkaya khazanah hasil produksi para ibu di provinsi itu.
Kualitas Kemasan Disebut Semakin Matang
Purwadi Arianto menilai kualitas kemasan, penataan, dan penyajian produk UMKM di NTT Mart sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Hal ini, kata dia, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri sehingga nantinya orang berkunjung ke sini jadi senang,” ujar Wamen Purwadi Arianto.
Program NTT Mart sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun ekosistem pemasaran produk UMKM lokal secara lebih profesional dan berkelanjutan.