Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.500/US$ Terendah Sepanjang Sejarah, Tertekan Geopolitik dan Penguatan Dolar AS

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:33 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.500/US$ Terendah Sepanjang Sejarah, Tertekan Geopolitik dan Penguatan Dolar AS
Rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar AS, terendah sepanjang sejarah perdagangan pagi ini.

NUSA TENGGARA TIMUR — Berdasarkan data Refinitiv, rupiah melemah ke level Rp17.500/US$ pada pukul 09.15 WIB, setelah pembukaan perdagangan menunjukkan pelemahan 0,43% ke Rp17.480/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,21% ke posisi 98,115, mencerminkan preferensi investor global terhadap aset denominasi dolar di tengah ketidakpastian geopolitik.

Ketegangan Iran-AS Picu Penguatan Dolar dan Lonjakan Minyak

Pergerakan rupiah yang tajam berawal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada "di ujung tanduk" setelah Teheran menolak proposal Washington untuk mengakhiri perang. Iran menuntut persyaratan yang lebih substansial, termasuk penghentian konflik di semua front, kompensasi kerusakan perang, pencabutan blokade maritim AS, jaminan tanpa agresi lanjutan, dan pemulihan kapasitas ekspor minyaknya.

Teheran juga menekankan kendalinya atas Selat Hormuz—jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Trump merespons tuntutan Iran sebagai "sama sekali tidak dapat diterima," sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf memperingatkan kesiapan militer merespons setiap agresi.

Harga Minyak Melambung dan Arus Kapal Menyusut

Ketegangan ini langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak Brent Crude naik lebih dari 3% melampaui level US$104 per barel, sementara arus kapal melalui Selat Hormuz mengalami penyusutan drastis. Kondisi ini memaksa produsen minyak mengurangi ekspor, yang pada gilirannya menekan pasokan global dan mendorong harga energi lebih tinggi.

Di sisi lain, Amerika Serikat menjatuhkan paket sanksi baru terhadap pihak-pihak yang memfasilitasi ekspor minyak Iran ke China, memperkuat tekanan ekonomi terhadap Teheran. Survei domestik AS menunjukkan dua dari tiga warga Amerika menilai Trump belum menjelaskan tujuan perang secara transparan.

Dampak Terhadap Investor dan Pelaku Bisnis Indonesia

Pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang sejarah membawa implikasi langsung bagi pelaku bisnis Indonesia yang memiliki utang atau komitmen dalam dolar AS. Industri yang bergantung pada impor komponen atau bahan baku akan menghadapi tekanan marjin, sementara ekspor berbasis dolar akan memperoleh keuntungan valuasi.

Investor asing kemungkinan akan mempercepat aliran keluar modal dari pasar emerging seperti Indonesia untuk mencari nilai tukar dolar yang lebih menguntungkan, mengingat DXY dalam posisi penguatan. Bank Sentral Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan akan dihadapkan pada pilihan untuk melakukan intervensi devisa atau menunggu stabilisasi pasar yang lebih luas.

Pertemuan Trump-Xi Jinping Jadi Penanda Penting

Presiden Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada hari Rabu, dengan isu Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama. Hasil pertemuan bilateral ini dapat menentukan trajektori lebih lanjut dari geopolitik Asia-Pasifik dan stabilitas pasar keuangan global, termasuk pergerakan nilai tukar mata uang emerging markets seperti rupiah.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks