Pencarian

2.775 Penerbangan Terganggu Karhutla, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende Ikut Terdampak

Jumat, 23 Oktober 2026 • 10:31:31 WIB
2.775 Penerbangan Terganggu Karhutla, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende Ikut Terdampak
Bandara H. Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende menjadi salah satu dari sepuluh bandara yang terdampak sebaran asap karhutla.

ENDE — Bandara H. Hasan Aroeboesman di Kabupaten Ende menjadi satu dari sepuluh bandara yang terdampak sebaran asap karhutla. Data Kementerian Perhubungan hingga 21 Oktober 2026 mencatat 2.775 penerbangan berjadwal dalam negeri terganggu sejak 11 Agustus 2026, bertambah 171 penerbangan dibanding data per 19 Oktober 2026.

Dampak asap sebelumnya lebih dulu menyasar bandara di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Kini sebarannya merembet ke NTT melalui Bandara Ende, bersama sembilan bandara lain di berbagai wilayah.

Daftar 10 Bandara yang Terdampak Sebaran Asap

Kementerian Perhubungan merinci bandara yang terdampak karhutla sebagai berikut:

  • Bandara Iskandar (Pangkalan Bun)
  • Bandara Supadio (Pontianak)
  • Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu)
  • Bandara Sultan Babullah (Ternate)
  • Bandara Pattimura (Ambon)
  • Bandara Mozes Kilangin (Timika)
  • Bandara Rendani (Manokwari)
  • Bandara H. Hasan Aroeboesman (Ende)
  • Bandara Sultan Thaha (Jambi)
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)

Jarak Pandang Jadi Penentu Operasional

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan keselamatan penerbangan tetap jadi prioritas utama. Pihaknya tidak memaksakan penerbangan berjalan saat visibilitas belum aman.

"Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," ujar Lukman dalam siaran resminya.

Batas minimum jarak pandang itu mengacu pada ketentuan operasional penerbangan yang berlaku di tiap bandara. Asap karhutla yang menebal bisa menurunkan visibilitas hingga di bawah ambang aman, sehingga jadwal penerbangan harus ditunda atau dibatalkan.

Penambahan 171 Penerbangan dalam Dua Hari

Angka 2.775 penerbangan terdampak tersusun dari akumulasi sejak 11 Agustus 2026. Dalam rentang 19-21 Oktober 2026 saja, ada tambahan 171 penerbangan yang terganggu.

Lonjakan itu menunjukkan sebaran asap masih meluas, bukan menyempit. Bandara di luar Jawa dan Sumatera kini masuk daftar pantauan, termasuk sejumlah bandara di Indonesia timur.

Kementerian Perhubungan belum menyebut kapan kondisi operasional bandara terdampak kembali normal. Pemantauan jarak pandang di tiap bandara akan menentukan apakah penerbangan bisa dilanjutkan atau tetap ditunda.

Follow halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks